tuhan berkata bahwa dia tidak akan mengubah nasib suatu kaum sebelum kaum itu berusaha mengubahnya.
dari kalimat di atas terdapat dua unsur yang jelas dalam sebuah perubahan kehidupan. pertama, adanya usaha dari manusia / kaum untuk merubah diri. kedua, adanya restu dari tuhan selaku menyetuju atau penolak hasil usaha manusia.
dan bagi jiwa-jiwa yang bahagia maka yang penting adalah berusaha dan berdoa. berusaha sesuai kaidah usaha yang benar. jika mau menghijaukan maka perlu ada perencanaan, penanaman, pemeliharaan, dan monitoring. jika ingin membudayakan menanam maka menanamlah tanpa henti meskipun ada cibiran dan keluhan. jika ingin melestarikan maka jagalah dan jagalah.
dan bagi jiwa-jiwa yang bahagia maka berdoalah agar hasil usaha itu menghasilkan sesuatu sesuai harapan. berharaplah agar tuhan mengabulkan keinginan, usha, dan monitoring untuk menghijaukan.
dan bagi jiwa-jiwa yang bahagia maka santai saja dengan apapun yang tuhan takdirkan. hama, pelebaran jalan. relakan dengan sangat rela. dengan gembira. dengan rasa syukur yang tertinggi. mungkin hasil usaha itu dirusak orang iseng, atau ditebang pihak-pihak yang tidak suka dengan usaha anda. keberhasilan hadir dari respon terhadap takdir atas usaha kita. semakin ikhlas maka semakin awet muda dan semakin bahagia dan semakin berkah lah hidup kita.
yakin saja bahwa bumi berputar dan HIJAU TETAP akan DATANG.
untuk penghijauan komunitas, untuk penghijauan kota, untuk pinggir jalan, sekolah, tempat ibadah, gang, sungai, dan rumah kita. "hijau dan teduh"
Rabu, 17 November 2010
Kamis, 11 November 2010
Memilih Tanaman untuk Meningkatkan Sumber Air
KOMPAS.com - Jenis pohon apa yang Anda tanam di rumah? Apakah sekadar untuk menghijaukan dan menghias pekarangan, atau difungsikan sebagai penyerapan air? Pilihan pohon untuk ditanam di rumah sebaiknya juga disesuaikan dengan kondisi wilayah setempat. Faktor seperti tingkat curah hujan juga memengaruhi dalam memilih pohon yang tepat ditanam di halaman rumah.
Philip Mahalu dari lembaga penelitian internasional bidang kehutanan, Cifor, mengatakan prinsipnya menanam satu pohon saja di halaman rumah akan memberikan manfaat bagi rumah tangga. Terutama pada rumah tangga yang kerapkali mengalami masalah air, seperti kekurangan pasokan air karena minimnya daerah resapan yang berdampak pada keringnya sumber air.
"Sebaiknya sisakan lahan di rumah untuk menanam pohon karena dengan cara ini penyerapan air lebih maksimal, namun perhatikan juga jenis pohonnya," paparnya dalam sesi sharing bersama orangtua dan pendamping delegasi Konferensi Anak Indonesia 2010, di Gedung Kompas Gramedia, Jalan Panjang Kebon Jeruk, beberapa waktu lalu.
Jika kekeringan menjadi sumber masalah di rumah, pilih pohon yang tingkat penyerapannya tinggi. Philip menyarankan sejumlah pohon yang bisa menjawab masalah ini:
* Bambu
Philip menjelaskan tanaman bambu menyerap 90 persen air hujan, 10 persennya menguap. Bayangkan jika pekarangan rumah Anda ditanamkan bambu, jumlah air yang menyerap ke tanah dan terserap ke sumber air akan berkelimpahan. Setelah dua tahun menanam bambu, kata Philip, debit air di sumur akan meningkat.
* Pohon jati
Bagi Anda yang memiliki halaman luas, pohon jati bisa menjadi sumber air yang berlimpah. Hal ini terbukti di Gunungkidul, Yogyakarta. Masalah kekeringan tak lagi dialami masyarakat yang tinggal di kawasan hutan sejak gerakan menanam pohon jati digalakkan beberapa tahun lalu.
Hebatnya, kata Philip, jika batang pohon jati dipotong, maka akan tumbuh tunas baru. Meski saat musim kering, pohon jati sedikit menipu, ia meranggas namun tetap menyerap air. Selain menyerap air, manfaat lain dari pohon jati di antaranya daun yang bisa digunakan untuk membungkus makanan.
* Rumput
Rumput akar wangi misalnya, bisa tumbuh di segala jenis tanah, kata Philip. Hebatnya rumput setinggi 1-1,5 meter ini memiliki akar tiga meter yang memiliki daya serap tinggi. Rasanya tak sulit menyisakan lahan di rumah untuk menanam rumput untuk mengingkatkan debit air di rumah.
Philip menyebutkan sejumlah tanaman lain yang berfungsi pengikat air atau pencegah erosi di antaranya, beringin, bisbul (sejenis kesemek), rambutan, nangka, manggis, dan matoa (tanaman asal Papua semacam pohon rambutan). Namun sejumlah pohon memang lebih tepat ditanam dalam lahan umum yang lebih besar, seperti beringin. Rasanya tak mungkin menanam beringin di area rumah yang terbatas lahannya, bukan?
Nah, tanaman pohon yang tepat ditanam di kawasan bercurah hujan tinggi, di antaranya pinus, cemara, kelapa sawit, ekaliptus (kayu putih), dan lamtoro.
"Tanaman ini memiliki tingkat penguapan yang tinggi seperti ini cocok ditanam pada kawasan bercurah hujan tinggi," jelas Philip.
Jadi, jika masih mengalami kekeringan di rumah Anda, segera sediakan lahan, tanam pohon dengan penyerapan tinggi.
Philip Mahalu dari lembaga penelitian internasional bidang kehutanan, Cifor, mengatakan prinsipnya menanam satu pohon saja di halaman rumah akan memberikan manfaat bagi rumah tangga. Terutama pada rumah tangga yang kerapkali mengalami masalah air, seperti kekurangan pasokan air karena minimnya daerah resapan yang berdampak pada keringnya sumber air.
"Sebaiknya sisakan lahan di rumah untuk menanam pohon karena dengan cara ini penyerapan air lebih maksimal, namun perhatikan juga jenis pohonnya," paparnya dalam sesi sharing bersama orangtua dan pendamping delegasi Konferensi Anak Indonesia 2010, di Gedung Kompas Gramedia, Jalan Panjang Kebon Jeruk, beberapa waktu lalu.
Jika kekeringan menjadi sumber masalah di rumah, pilih pohon yang tingkat penyerapannya tinggi. Philip menyarankan sejumlah pohon yang bisa menjawab masalah ini:
* Bambu
Philip menjelaskan tanaman bambu menyerap 90 persen air hujan, 10 persennya menguap. Bayangkan jika pekarangan rumah Anda ditanamkan bambu, jumlah air yang menyerap ke tanah dan terserap ke sumber air akan berkelimpahan. Setelah dua tahun menanam bambu, kata Philip, debit air di sumur akan meningkat.
* Pohon jati
Bagi Anda yang memiliki halaman luas, pohon jati bisa menjadi sumber air yang berlimpah. Hal ini terbukti di Gunungkidul, Yogyakarta. Masalah kekeringan tak lagi dialami masyarakat yang tinggal di kawasan hutan sejak gerakan menanam pohon jati digalakkan beberapa tahun lalu.
Hebatnya, kata Philip, jika batang pohon jati dipotong, maka akan tumbuh tunas baru. Meski saat musim kering, pohon jati sedikit menipu, ia meranggas namun tetap menyerap air. Selain menyerap air, manfaat lain dari pohon jati di antaranya daun yang bisa digunakan untuk membungkus makanan.
* Rumput
Rumput akar wangi misalnya, bisa tumbuh di segala jenis tanah, kata Philip. Hebatnya rumput setinggi 1-1,5 meter ini memiliki akar tiga meter yang memiliki daya serap tinggi. Rasanya tak sulit menyisakan lahan di rumah untuk menanam rumput untuk mengingkatkan debit air di rumah.
Philip menyebutkan sejumlah tanaman lain yang berfungsi pengikat air atau pencegah erosi di antaranya, beringin, bisbul (sejenis kesemek), rambutan, nangka, manggis, dan matoa (tanaman asal Papua semacam pohon rambutan). Namun sejumlah pohon memang lebih tepat ditanam dalam lahan umum yang lebih besar, seperti beringin. Rasanya tak mungkin menanam beringin di area rumah yang terbatas lahannya, bukan?
Nah, tanaman pohon yang tepat ditanam di kawasan bercurah hujan tinggi, di antaranya pinus, cemara, kelapa sawit, ekaliptus (kayu putih), dan lamtoro.
"Tanaman ini memiliki tingkat penguapan yang tinggi seperti ini cocok ditanam pada kawasan bercurah hujan tinggi," jelas Philip.
Jadi, jika masih mengalami kekeringan di rumah Anda, segera sediakan lahan, tanam pohon dengan penyerapan tinggi.
Langganan:
Postingan (Atom)