tuhan berkata bahwa dia tidak akan mengubah nasib suatu kaum sebelum kaum itu berusaha mengubahnya.
dari kalimat di atas terdapat dua unsur yang jelas dalam sebuah perubahan kehidupan. pertama, adanya usaha dari manusia / kaum untuk merubah diri. kedua, adanya restu dari tuhan selaku menyetuju atau penolak hasil usaha manusia.
dan bagi jiwa-jiwa yang bahagia maka yang penting adalah berusaha dan berdoa. berusaha sesuai kaidah usaha yang benar. jika mau menghijaukan maka perlu ada perencanaan, penanaman, pemeliharaan, dan monitoring. jika ingin membudayakan menanam maka menanamlah tanpa henti meskipun ada cibiran dan keluhan. jika ingin melestarikan maka jagalah dan jagalah.
dan bagi jiwa-jiwa yang bahagia maka berdoalah agar hasil usaha itu menghasilkan sesuatu sesuai harapan. berharaplah agar tuhan mengabulkan keinginan, usha, dan monitoring untuk menghijaukan.
dan bagi jiwa-jiwa yang bahagia maka santai saja dengan apapun yang tuhan takdirkan. hama, pelebaran jalan. relakan dengan sangat rela. dengan gembira. dengan rasa syukur yang tertinggi. mungkin hasil usaha itu dirusak orang iseng, atau ditebang pihak-pihak yang tidak suka dengan usaha anda. keberhasilan hadir dari respon terhadap takdir atas usaha kita. semakin ikhlas maka semakin awet muda dan semakin bahagia dan semakin berkah lah hidup kita.
yakin saja bahwa bumi berputar dan HIJAU TETAP akan DATANG.
untuk penghijauan komunitas, untuk penghijauan kota, untuk pinggir jalan, sekolah, tempat ibadah, gang, sungai, dan rumah kita. "hijau dan teduh"
Rabu, 17 November 2010
Kamis, 11 November 2010
Memilih Tanaman untuk Meningkatkan Sumber Air
KOMPAS.com - Jenis pohon apa yang Anda tanam di rumah? Apakah sekadar untuk menghijaukan dan menghias pekarangan, atau difungsikan sebagai penyerapan air? Pilihan pohon untuk ditanam di rumah sebaiknya juga disesuaikan dengan kondisi wilayah setempat. Faktor seperti tingkat curah hujan juga memengaruhi dalam memilih pohon yang tepat ditanam di halaman rumah.
Philip Mahalu dari lembaga penelitian internasional bidang kehutanan, Cifor, mengatakan prinsipnya menanam satu pohon saja di halaman rumah akan memberikan manfaat bagi rumah tangga. Terutama pada rumah tangga yang kerapkali mengalami masalah air, seperti kekurangan pasokan air karena minimnya daerah resapan yang berdampak pada keringnya sumber air.
"Sebaiknya sisakan lahan di rumah untuk menanam pohon karena dengan cara ini penyerapan air lebih maksimal, namun perhatikan juga jenis pohonnya," paparnya dalam sesi sharing bersama orangtua dan pendamping delegasi Konferensi Anak Indonesia 2010, di Gedung Kompas Gramedia, Jalan Panjang Kebon Jeruk, beberapa waktu lalu.
Jika kekeringan menjadi sumber masalah di rumah, pilih pohon yang tingkat penyerapannya tinggi. Philip menyarankan sejumlah pohon yang bisa menjawab masalah ini:
* Bambu
Philip menjelaskan tanaman bambu menyerap 90 persen air hujan, 10 persennya menguap. Bayangkan jika pekarangan rumah Anda ditanamkan bambu, jumlah air yang menyerap ke tanah dan terserap ke sumber air akan berkelimpahan. Setelah dua tahun menanam bambu, kata Philip, debit air di sumur akan meningkat.
* Pohon jati
Bagi Anda yang memiliki halaman luas, pohon jati bisa menjadi sumber air yang berlimpah. Hal ini terbukti di Gunungkidul, Yogyakarta. Masalah kekeringan tak lagi dialami masyarakat yang tinggal di kawasan hutan sejak gerakan menanam pohon jati digalakkan beberapa tahun lalu.
Hebatnya, kata Philip, jika batang pohon jati dipotong, maka akan tumbuh tunas baru. Meski saat musim kering, pohon jati sedikit menipu, ia meranggas namun tetap menyerap air. Selain menyerap air, manfaat lain dari pohon jati di antaranya daun yang bisa digunakan untuk membungkus makanan.
* Rumput
Rumput akar wangi misalnya, bisa tumbuh di segala jenis tanah, kata Philip. Hebatnya rumput setinggi 1-1,5 meter ini memiliki akar tiga meter yang memiliki daya serap tinggi. Rasanya tak sulit menyisakan lahan di rumah untuk menanam rumput untuk mengingkatkan debit air di rumah.
Philip menyebutkan sejumlah tanaman lain yang berfungsi pengikat air atau pencegah erosi di antaranya, beringin, bisbul (sejenis kesemek), rambutan, nangka, manggis, dan matoa (tanaman asal Papua semacam pohon rambutan). Namun sejumlah pohon memang lebih tepat ditanam dalam lahan umum yang lebih besar, seperti beringin. Rasanya tak mungkin menanam beringin di area rumah yang terbatas lahannya, bukan?
Nah, tanaman pohon yang tepat ditanam di kawasan bercurah hujan tinggi, di antaranya pinus, cemara, kelapa sawit, ekaliptus (kayu putih), dan lamtoro.
"Tanaman ini memiliki tingkat penguapan yang tinggi seperti ini cocok ditanam pada kawasan bercurah hujan tinggi," jelas Philip.
Jadi, jika masih mengalami kekeringan di rumah Anda, segera sediakan lahan, tanam pohon dengan penyerapan tinggi.
Philip Mahalu dari lembaga penelitian internasional bidang kehutanan, Cifor, mengatakan prinsipnya menanam satu pohon saja di halaman rumah akan memberikan manfaat bagi rumah tangga. Terutama pada rumah tangga yang kerapkali mengalami masalah air, seperti kekurangan pasokan air karena minimnya daerah resapan yang berdampak pada keringnya sumber air.
"Sebaiknya sisakan lahan di rumah untuk menanam pohon karena dengan cara ini penyerapan air lebih maksimal, namun perhatikan juga jenis pohonnya," paparnya dalam sesi sharing bersama orangtua dan pendamping delegasi Konferensi Anak Indonesia 2010, di Gedung Kompas Gramedia, Jalan Panjang Kebon Jeruk, beberapa waktu lalu.
Jika kekeringan menjadi sumber masalah di rumah, pilih pohon yang tingkat penyerapannya tinggi. Philip menyarankan sejumlah pohon yang bisa menjawab masalah ini:
* Bambu
Philip menjelaskan tanaman bambu menyerap 90 persen air hujan, 10 persennya menguap. Bayangkan jika pekarangan rumah Anda ditanamkan bambu, jumlah air yang menyerap ke tanah dan terserap ke sumber air akan berkelimpahan. Setelah dua tahun menanam bambu, kata Philip, debit air di sumur akan meningkat.
* Pohon jati
Bagi Anda yang memiliki halaman luas, pohon jati bisa menjadi sumber air yang berlimpah. Hal ini terbukti di Gunungkidul, Yogyakarta. Masalah kekeringan tak lagi dialami masyarakat yang tinggal di kawasan hutan sejak gerakan menanam pohon jati digalakkan beberapa tahun lalu.
Hebatnya, kata Philip, jika batang pohon jati dipotong, maka akan tumbuh tunas baru. Meski saat musim kering, pohon jati sedikit menipu, ia meranggas namun tetap menyerap air. Selain menyerap air, manfaat lain dari pohon jati di antaranya daun yang bisa digunakan untuk membungkus makanan.
* Rumput
Rumput akar wangi misalnya, bisa tumbuh di segala jenis tanah, kata Philip. Hebatnya rumput setinggi 1-1,5 meter ini memiliki akar tiga meter yang memiliki daya serap tinggi. Rasanya tak sulit menyisakan lahan di rumah untuk menanam rumput untuk mengingkatkan debit air di rumah.
Philip menyebutkan sejumlah tanaman lain yang berfungsi pengikat air atau pencegah erosi di antaranya, beringin, bisbul (sejenis kesemek), rambutan, nangka, manggis, dan matoa (tanaman asal Papua semacam pohon rambutan). Namun sejumlah pohon memang lebih tepat ditanam dalam lahan umum yang lebih besar, seperti beringin. Rasanya tak mungkin menanam beringin di area rumah yang terbatas lahannya, bukan?
Nah, tanaman pohon yang tepat ditanam di kawasan bercurah hujan tinggi, di antaranya pinus, cemara, kelapa sawit, ekaliptus (kayu putih), dan lamtoro.
"Tanaman ini memiliki tingkat penguapan yang tinggi seperti ini cocok ditanam pada kawasan bercurah hujan tinggi," jelas Philip.
Jadi, jika masih mengalami kekeringan di rumah Anda, segera sediakan lahan, tanam pohon dengan penyerapan tinggi.
Selasa, 26 Oktober 2010
hujan yang menyegarkan
tak ada yang lebih diuntungkan daripada datangnya hujan selain tanaman. mereka bergembira, bernyanyi dan berdendang, mengucap syukur pada tuhan. dahan-dahannya berkelok kesana kesini menampung butir demi butir air yang mengandung kesegaran. dan... dedaunan itupun turut menyebarkan kesegaran ke penjuru negeri. melalui udara yang bersih. melalui bisikan-bisikan nurani yang sehat.
beruntunglah para penikmat pagi. yang coba menangkap tiap detik hembusan angin kala hujan datang. menyapa pepohonan di kiri kanan depan belakang, bahkan meski hanya ilalang-ilalang.
hujan membawa air ke dalam tanah, untuk diserap oleh akar dan memecahkannya dalam bagian-bagian zat yang sederhana sekaigus sempurna.
hujan membawa kesegaran. tanaman membawa kesegaran, bagi dunia...
beruntunglah para penikmat pagi. yang coba menangkap tiap detik hembusan angin kala hujan datang. menyapa pepohonan di kiri kanan depan belakang, bahkan meski hanya ilalang-ilalang.
hujan membawa air ke dalam tanah, untuk diserap oleh akar dan memecahkannya dalam bagian-bagian zat yang sederhana sekaigus sempurna.
hujan membawa kesegaran. tanaman membawa kesegaran, bagi dunia...
Sabtu, 25 September 2010
hijau dan bugar
ada yang baik dari aktivitas menanam, menghijaukan, atau apapun namanya yang menunjang kesegaran bumi ini, yaitu OLAH GERAK.
sama seperti ibu-ibu diu pedesaan yang setiap pagi sudah menyapu halaman rumah, maka kitapun dapat mengurus taman, menanam pohon atau melakukan aktivitas penghijauan sambil berolahraga.
yang kulakukan tiap hari adalah berjalan pagi menikmati suasana. menikmati kicau burung, bersembunyinya kodok dan jangkrik, serta menghilangnya embun-embun pagi. aku menikmatinya sambil senam-senam kecil.
setelah jalan santai dan senam kecil, kumulai jogging menuju suatu tempat... terus dan terus hingga aku tak sanggup berlari, dan menggantinya dengan kembali berjalan... hingga sampai disuatu tempat yang kosong.
lalu ku ambil bibit yang berserakan, kutanam ditempat yang kutargetkan, dan aku kembali ke rumah dengan tetap membawa peralatan ringan tuk menanam.
dengan bismillah ku ambil bibit, dengan bismillah ku tanam bibit ditempat lain, dengan bismillah kuberi tanda ajir, dengan bismillah kuharapkan dia dapat tumbuh rapi dan menghijaukan. kulakukan ditanah lapang dan pinggir jalan.
agar hijau bumiku... dan sehat jiwa ragaku...
sama seperti ibu-ibu diu pedesaan yang setiap pagi sudah menyapu halaman rumah, maka kitapun dapat mengurus taman, menanam pohon atau melakukan aktivitas penghijauan sambil berolahraga.
yang kulakukan tiap hari adalah berjalan pagi menikmati suasana. menikmati kicau burung, bersembunyinya kodok dan jangkrik, serta menghilangnya embun-embun pagi. aku menikmatinya sambil senam-senam kecil.
setelah jalan santai dan senam kecil, kumulai jogging menuju suatu tempat... terus dan terus hingga aku tak sanggup berlari, dan menggantinya dengan kembali berjalan... hingga sampai disuatu tempat yang kosong.
lalu ku ambil bibit yang berserakan, kutanam ditempat yang kutargetkan, dan aku kembali ke rumah dengan tetap membawa peralatan ringan tuk menanam.
dengan bismillah ku ambil bibit, dengan bismillah ku tanam bibit ditempat lain, dengan bismillah kuberi tanda ajir, dengan bismillah kuharapkan dia dapat tumbuh rapi dan menghijaukan. kulakukan ditanah lapang dan pinggir jalan.
agar hijau bumiku... dan sehat jiwa ragaku...
Senin, 06 September 2010
asyiknya hujan lagi
ini kesempatan untuk menanam menanam dan menanam
menghijaukan menghijaukan menghijaukan
berbuat baik berbuat baik berbuat baik
demi alam, demi kita, demi peradaban
banyak dan sangat banyak lahan tuk di tanam
di atas tanah, di gantungan-gantungan, bahkan di air
demi banyaknya air di sekitar kita
demi oksigen yang jadi kebutuhan kita
demi peran kita sebagai pemimpin dunia
hujan dan hujan lagi
adalah berkah, adalah kemudahan
untuk menghijaukan
meski dengan sepotong dahan yang ditancapkan, dengan doa dan kasih sayang
menghijaukan menghijaukan menghijaukan
berbuat baik berbuat baik berbuat baik
demi alam, demi kita, demi peradaban
banyak dan sangat banyak lahan tuk di tanam
di atas tanah, di gantungan-gantungan, bahkan di air
demi banyaknya air di sekitar kita
demi oksigen yang jadi kebutuhan kita
demi peran kita sebagai pemimpin dunia
hujan dan hujan lagi
adalah berkah, adalah kemudahan
untuk menghijaukan
meski dengan sepotong dahan yang ditancapkan, dengan doa dan kasih sayang
Sabtu, 04 September 2010
memindah tanaman
mungkin ini cara yang baik untuk dilakukan...
pagi ini, kala udara masih sejuk terasa, aku memindahkan pot-pot tanamanku. kesana, kesini, kesitu. yah, sekadar supaya lebih terlihat tidak monoton layoutnya.
dari situ kulihat tanamanku. ada yang gondrong, ada yang masih jarang-jarang. maka timbullah ide untuk menatanya lebih lanjut.
keakraban dengan apa yang kita cintai menjadikan mereka berkembang lebih baik. saya ingin ada semangka biasa yang menjadi raksasa karena tiap hari diobrolin oleh yang punya. campuran antara perawatan normal dan balutan perasaan sayang menjadikan 'sesuatu' itu memberi respon yang lebih menyenangkan daripada sekadar menambah pupuk. ada balasan dari alam atas hadirnya 'hati'.
maka tak perlu kita miliki seluruh dunia, karena dengan yang sedikit, selama kita menghadirkan 'hati' didalamnya, akan jauh lebih dari cukup daripada semesta. seperti aku yang hanya inginkan Tuhan, Keteduhan Hijau, dan kesederhanaan yang indah dan alami.
pagi ini, kala udara masih sejuk terasa, aku memindahkan pot-pot tanamanku. kesana, kesini, kesitu. yah, sekadar supaya lebih terlihat tidak monoton layoutnya.
dari situ kulihat tanamanku. ada yang gondrong, ada yang masih jarang-jarang. maka timbullah ide untuk menatanya lebih lanjut.
keakraban dengan apa yang kita cintai menjadikan mereka berkembang lebih baik. saya ingin ada semangka biasa yang menjadi raksasa karena tiap hari diobrolin oleh yang punya. campuran antara perawatan normal dan balutan perasaan sayang menjadikan 'sesuatu' itu memberi respon yang lebih menyenangkan daripada sekadar menambah pupuk. ada balasan dari alam atas hadirnya 'hati'.
maka tak perlu kita miliki seluruh dunia, karena dengan yang sedikit, selama kita menghadirkan 'hati' didalamnya, akan jauh lebih dari cukup daripada semesta. seperti aku yang hanya inginkan Tuhan, Keteduhan Hijau, dan kesederhanaan yang indah dan alami.
Selasa, 31 Agustus 2010
mumpung hujan
mumpung hujan
tanah menjadi lembab dan basah hingga beberapa dalamnya
cacing bebas berkeliaran dan unsur hara berhambur saling menyuburkan
mumpung hujan dan udara dingin
saat yang tepat untuk menanam, mengurangi capek akibat terik mentari
menuai harapan akan tumbuhnya bibit tanaman
mumpung hujan
menanamlah... ber amal lah... dikehidupan yang makin kering ini
mumpung hujan
hijaukanlah bumi... sebisa kita
tanah menjadi lembab dan basah hingga beberapa dalamnya
cacing bebas berkeliaran dan unsur hara berhambur saling menyuburkan
mumpung hujan dan udara dingin
saat yang tepat untuk menanam, mengurangi capek akibat terik mentari
menuai harapan akan tumbuhnya bibit tanaman
mumpung hujan
menanamlah... ber amal lah... dikehidupan yang makin kering ini
mumpung hujan
hijaukanlah bumi... sebisa kita
Senin, 30 Agustus 2010
kulihat lagi... hari ini
potongan-potongan kayu itu banyak bertumpuk
menyisakan pemandangan ksong dihalaman sebuah fakultas
hatiku sedih... sedih... dipagi itu
mungkin yang punya kebijakan tak tahu
mungkin yang punya kebijakan punya maksud lain
hanya saja, yang kulihat adalah sebuah kegersangan baru.
tak banyak yang sadar tentang pentingnya hijau
meski bumi tlah semakin jelas menampakkan panasnya
tak banyak yang ingin teduh
meski keluhan tentang cuaca panas tak pernah habis
hari ini kulihat lagi... mungkin karena ketidaktahuan
menyisakan pemandangan ksong dihalaman sebuah fakultas
hatiku sedih... sedih... dipagi itu
mungkin yang punya kebijakan tak tahu
mungkin yang punya kebijakan punya maksud lain
hanya saja, yang kulihat adalah sebuah kegersangan baru.
tak banyak yang sadar tentang pentingnya hijau
meski bumi tlah semakin jelas menampakkan panasnya
tak banyak yang ingin teduh
meski keluhan tentang cuaca panas tak pernah habis
hari ini kulihat lagi... mungkin karena ketidaktahuan
Jumat, 20 Agustus 2010
2 hari tidak konsisten
betapa gelisahnya hatiku
2 hari tidak konsisten
seperti hilangnya 2 hari yang menyegarkan bumi
seperti hilangnya 2 hari keabadian bunga dan daun
seperti hilangnya 2 hari mengaji dan sembahyang
konsisten menanam seperti konsisten beramal
tak ada yang lebih baik dari amal besar selain amal konsisten
tak ada yang lebih bernilai dari proyek perusahaan selain konsisten mendapat proyek
konsisten menjamin masa depan
konsisten menjelaskan ketenangan dan keabadian
2 hari tidak konsisten,
menjadi teguran bagiku,
untuk kembali dan terus menghijaukan,
tanpa henti
2 hari tidak konsisten
seperti hilangnya 2 hari yang menyegarkan bumi
seperti hilangnya 2 hari keabadian bunga dan daun
seperti hilangnya 2 hari mengaji dan sembahyang
konsisten menanam seperti konsisten beramal
tak ada yang lebih baik dari amal besar selain amal konsisten
tak ada yang lebih bernilai dari proyek perusahaan selain konsisten mendapat proyek
konsisten menjamin masa depan
konsisten menjelaskan ketenangan dan keabadian
2 hari tidak konsisten,
menjadi teguran bagiku,
untuk kembali dan terus menghijaukan,
tanpa henti
Minggu, 15 Agustus 2010
Senyum terima kasih pada tuhan
Ya tuhan ku terima kasih atas pagimu yang tenang dan sejuk
Terima kasih untuk pepohonan dan ayam yang mencari makan
Terima kasih karna kubisa menghirup nafas panjang dari udara segar
Dan izinkan aku tuk selalu bangun dan menikmati pagi mu yang suci
Terima kasih untuk pepohonan dan ayam yang mencari makan
Terima kasih karna kubisa menghirup nafas panjang dari udara segar
Dan izinkan aku tuk selalu bangun dan menikmati pagi mu yang suci
Jumat, 13 Agustus 2010
konsisten menyiram
selalu lah konsisten... meski kemarau datang
selalu lah konsisten... anggaplah mereka adalah binatang kesayangan
selalu lah konsisten... karena mereka yang menyegarkan bumi
selalu lah konsisten... seperti engkau bernafas, berdoa, dan bekerja
selalu lah konsisten... untuk bersyukur pada apapun nikmat Tuhan
selalu lah konsisten... untuk menyirami tanaman-tanamanmu, amal-amalmu
selalu lah konsisten... anggaplah mereka adalah binatang kesayangan
selalu lah konsisten... karena mereka yang menyegarkan bumi
selalu lah konsisten... seperti engkau bernafas, berdoa, dan bekerja
selalu lah konsisten... untuk bersyukur pada apapun nikmat Tuhan
selalu lah konsisten... untuk menyirami tanaman-tanamanmu, amal-amalmu
Kamis, 12 Agustus 2010
lumpur parit
meski tampak tak berguna dan seperti mengganggu drainase, keberadaan lumpur parit layak dijadikan media tumbuh bagi tanaman.
kandungan asam/basa yang terlalu tinggi pada dasarnya kurang baik, namun tanaman bisa saja beradaptasi dengan hal tersebut. apalagi udara dan air hujam membantu menetralisir keadaan apapun menjadi normal.
lumpur parit setiap hari kuangkut, dan kumasukkan ke pot-pot plastik tanaman gantungku.
lumpur parit yang bau itu kubiarkan mengendap dan diterpa mentari dan hujan. jika ada tanah biasa yang nganggur, kucampurkan. jika ada serpihan kayu atau kertas, kucampurkan. dan aku berharap dapat media tanam yang layak.
mungkin karena tanaman bunga-bungaan yang kusiapkan bukan dari pembelian maka aku tidak bermasalah dengan media tanam. mungkin karena keberhasilan uji coba pada tanaman-tanaman sebelumnya maka aku tidak bermasalah dengan media tanam berikutnya.
mungkin karena niatku baik... dan Tuhan merestui uji coba ini.
kandungan asam/basa yang terlalu tinggi pada dasarnya kurang baik, namun tanaman bisa saja beradaptasi dengan hal tersebut. apalagi udara dan air hujam membantu menetralisir keadaan apapun menjadi normal.
lumpur parit setiap hari kuangkut, dan kumasukkan ke pot-pot plastik tanaman gantungku.
lumpur parit yang bau itu kubiarkan mengendap dan diterpa mentari dan hujan. jika ada tanah biasa yang nganggur, kucampurkan. jika ada serpihan kayu atau kertas, kucampurkan. dan aku berharap dapat media tanam yang layak.
mungkin karena tanaman bunga-bungaan yang kusiapkan bukan dari pembelian maka aku tidak bermasalah dengan media tanam. mungkin karena keberhasilan uji coba pada tanaman-tanaman sebelumnya maka aku tidak bermasalah dengan media tanam berikutnya.
mungkin karena niatku baik... dan Tuhan merestui uji coba ini.
Minggu, 08 Agustus 2010
PUNCAK SAMARINDA
Selalu kusebut istilah itu… dan semoga suatu saat masyarakat umum menyatakan hal yang serupa. Dari sini pemandangan kota terlihat, bahkan hingga ke Sungai Mahakam yang nun jauh di bawah sana.
Wilayah ini adalah gunung dan gunung. Membentang dengan pepohonan kakao dan buah-buahan lain. Melewati villa-villa mewah dan rumah-rumah panggung. Petani dan areal tambang berselang seling dan berdampingan.
BERAMBAI, nama wilayah ini, adalah jalan berkilo-kilo meter yang meliuk menanjak dan menurun. Pagi yang dingin dengan selimut kabut membentang diantara daun pepohonan kebun dan hutan.
BERAMBAI yang kaya dengan bahan tambang dan pemandangan. BERAMBAI yang layak menjadi surga wisata dan peristirahatan. BERAMBAI yang nantinya akan ditumbuhi banyak kolam-kolam bekas tambang.
Air terjun BERAMBAI adalah yang tertinggi dan terbesar di samarinda. 4 lantai 4 tempat bersantai 4 alasan untuk dikembangkan. Tempat kemping bagi anak sekolah dan warga yang bersantai. Air terjun yang berasal dari sela-sela akar pepohonan. Entah sampai kapan air mengalir, entah sampai kapan keindahan akan bertahan.
Wilayah ini adalah sebagian hutan lindung. Wilayah ini adalah juga calon hutan kota. Yang memberi kesegaran warga. Yang memberi oksigen bagi seluruh mahluk.
Siapapun yang belum pernah melihat tempat ini, datanglah. Siapapun yang ingin memiliki sebidang surga, beli lah. Siapapun yang mau dengar kearifan, sikap keras dan keluguan, nikmatilah.
Di sini, di BERAMBAI… PUNCAK SAMARINDA.
Wilayah ini adalah gunung dan gunung. Membentang dengan pepohonan kakao dan buah-buahan lain. Melewati villa-villa mewah dan rumah-rumah panggung. Petani dan areal tambang berselang seling dan berdampingan.
BERAMBAI, nama wilayah ini, adalah jalan berkilo-kilo meter yang meliuk menanjak dan menurun. Pagi yang dingin dengan selimut kabut membentang diantara daun pepohonan kebun dan hutan.
BERAMBAI yang kaya dengan bahan tambang dan pemandangan. BERAMBAI yang layak menjadi surga wisata dan peristirahatan. BERAMBAI yang nantinya akan ditumbuhi banyak kolam-kolam bekas tambang.
Air terjun BERAMBAI adalah yang tertinggi dan terbesar di samarinda. 4 lantai 4 tempat bersantai 4 alasan untuk dikembangkan. Tempat kemping bagi anak sekolah dan warga yang bersantai. Air terjun yang berasal dari sela-sela akar pepohonan. Entah sampai kapan air mengalir, entah sampai kapan keindahan akan bertahan.
Wilayah ini adalah sebagian hutan lindung. Wilayah ini adalah juga calon hutan kota. Yang memberi kesegaran warga. Yang memberi oksigen bagi seluruh mahluk.
Siapapun yang belum pernah melihat tempat ini, datanglah. Siapapun yang ingin memiliki sebidang surga, beli lah. Siapapun yang mau dengar kearifan, sikap keras dan keluguan, nikmatilah.
Di sini, di BERAMBAI… PUNCAK SAMARINDA.
Jumat, 06 Agustus 2010
Hijaukan kampus kita bapak / ibu
terima kasih TUHAN, kau berikan aku waktu untuk diam dan kemudian menulis surat ini.
kepada yang terhormat
Dekan Fakultas Ilmu Sosial dan Politik
Universitas Mulawarman, beserta seluruh civitas akademika.
Assalamu'alaikum wr wb.
Kemegahan dan kerapian bangunan kampus kita ini sungguh membuat kita bangga. Banyak yang mendapat manfaat, dan banyak yang memiliki kenangan disini, termasuk bapak dan kakak saya.
Keagungan kampus ini akan menjadi lebih indah bila tempat parkir nya ternaungi dengan pepohonan yang meneduhkan. supaya dingin mobil dan motor kita. supaya dingin kepala kita. supaya enak ngobrol di halaman kita, dan supaya oksigen memenuhi otak dan membuat kita semua makin pintar.
Keteduhan kampus dengan jejeran rapi pepohonan rindang akan bermanfaat bagi tersedianya air tanah, jalur yang baik untuk jogging pagi dan sore, serta lebih enak sebagai latar belakang gambar foto.
Di samping tiang-tiang bangunan cantik untuk di beri pepohonan. di bawah pepohonan cantik untuk diberi bunga-bunga. dan di antara bunga-bunga layak tersedia rerumputan sebagai sarang cacing menyuburkan bumi. penanggulangan global warming bisa kita lakukan dari hal kecil.
Teman-teman alumni mampu untuk menyumbang, bahkan semoga senang bila nama kita terabadi di tiap pepohonan yang ditanam dan dipelihara. Sumbang ilmu, sumbang tenaga, sumbang pepohonan.
Kampus kita layak untuk lebih hijau. lebih teduh.
Assalamu'alaikum wr wb
Catur Febri Hananto (alumni unmul)
Club Menanam & Hijauteduh.com / radio metro unmul
kepada yang terhormat
Dekan Fakultas Ilmu Sosial dan Politik
Universitas Mulawarman, beserta seluruh civitas akademika.
Assalamu'alaikum wr wb.
Kemegahan dan kerapian bangunan kampus kita ini sungguh membuat kita bangga. Banyak yang mendapat manfaat, dan banyak yang memiliki kenangan disini, termasuk bapak dan kakak saya.
Keagungan kampus ini akan menjadi lebih indah bila tempat parkir nya ternaungi dengan pepohonan yang meneduhkan. supaya dingin mobil dan motor kita. supaya dingin kepala kita. supaya enak ngobrol di halaman kita, dan supaya oksigen memenuhi otak dan membuat kita semua makin pintar.
Keteduhan kampus dengan jejeran rapi pepohonan rindang akan bermanfaat bagi tersedianya air tanah, jalur yang baik untuk jogging pagi dan sore, serta lebih enak sebagai latar belakang gambar foto.
Di samping tiang-tiang bangunan cantik untuk di beri pepohonan. di bawah pepohonan cantik untuk diberi bunga-bunga. dan di antara bunga-bunga layak tersedia rerumputan sebagai sarang cacing menyuburkan bumi. penanggulangan global warming bisa kita lakukan dari hal kecil.
Teman-teman alumni mampu untuk menyumbang, bahkan semoga senang bila nama kita terabadi di tiap pepohonan yang ditanam dan dipelihara. Sumbang ilmu, sumbang tenaga, sumbang pepohonan.
Kampus kita layak untuk lebih hijau. lebih teduh.
Assalamu'alaikum wr wb
Catur Febri Hananto (alumni unmul)
Club Menanam & Hijauteduh.com / radio metro unmul
Kamis, 05 Agustus 2010
becek
tanah becek itu serasa indah bagiku
membuatku selalu dan selalu bergerak untuk mencuci motor
agar berkeringat, dan badan menjadi segar.
tanah becek menyimpan air, dan meneruskannya ke bawah permukaan
mengisi relung-relung air tanah
menyiapkan makanan bagi tanaman
jika ada warga yang mengeluh, aku tidak
jika ada warga yang ingin di aspal, aku tidak
aku merasa tidak bermasalah dengan becek
karena aku tidak mencuci pakaian sendiri
karena aku punya banyak waktu dalam hidup ku
membuatku selalu dan selalu bergerak untuk mencuci motor
agar berkeringat, dan badan menjadi segar.
tanah becek menyimpan air, dan meneruskannya ke bawah permukaan
mengisi relung-relung air tanah
menyiapkan makanan bagi tanaman
jika ada warga yang mengeluh, aku tidak
jika ada warga yang ingin di aspal, aku tidak
aku merasa tidak bermasalah dengan becek
karena aku tidak mencuci pakaian sendiri
karena aku punya banyak waktu dalam hidup ku
Senin, 02 Agustus 2010
alhamdullillah
hujan datang, sedikit sedikit
memberi kesempatan tanah untuk menyerap
akar tuk menyerap,
drainase untuk mengalirkan
alhamdulillah
hujan menyegarkan udara
dan menghantar biji-biji ke tanah
serta menumbuhkan akar-akar
alhamdulillah
ketenangan hadir dari riuh rendah hujan
menghadirkan dingin yang menyenangkan
dan kantuk yang menyehatkan
alhamdulillah
usai hujan terbitlah mentari
yang datang tuk mengeringkan
dan membuat badan manusia dan tetumbuhan lebih segar
alhamdulillah
izinkan aku tuk mensyukuri nikmat Mu Tuhan
agar kau beri nikmat yang jauh lebih banyak
dari hamba-hamba Mu yang bersyukur
memberi kesempatan tanah untuk menyerap
akar tuk menyerap,
drainase untuk mengalirkan
alhamdulillah
hujan menyegarkan udara
dan menghantar biji-biji ke tanah
serta menumbuhkan akar-akar
alhamdulillah
ketenangan hadir dari riuh rendah hujan
menghadirkan dingin yang menyenangkan
dan kantuk yang menyehatkan
alhamdulillah
usai hujan terbitlah mentari
yang datang tuk mengeringkan
dan membuat badan manusia dan tetumbuhan lebih segar
alhamdulillah
izinkan aku tuk mensyukuri nikmat Mu Tuhan
agar kau beri nikmat yang jauh lebih banyak
dari hamba-hamba Mu yang bersyukur
Minggu, 01 Agustus 2010
3 batang pohon
aku punya 3 anakan pohon sukun
diberi tetanggaku
sehari kubiarkan... malas menanam
dua hari kubiarkan... masih malas
dan hari ketiga... kok hari terasa panas.
aku harus menanamnya, dikebunku
dekat rumahku
sebelum ia mati
dan aku menyesalinya
diberi tetanggaku
sehari kubiarkan... malas menanam
dua hari kubiarkan... masih malas
dan hari ketiga... kok hari terasa panas.
aku harus menanamnya, dikebunku
dekat rumahku
sebelum ia mati
dan aku menyesalinya
Sabtu, 31 Juli 2010
hijaukan MASJID kita
assalamu'alaikum
saya tahu bapak ibu pengurus masjid ingin tempat ibadahnya terlihat rapi, jauh dari kesan kotor.
saya sangat setuju bahwa perlu areal yang luas untuk menampung jemaah.
dan saya usul agar banyak pepohonan rindang yang memberi suasana nyaman beribadah.
dimana sandal dan lantai tak terasa panas.
dimana udara yang masuk ke masjid segar dan dingin.
dimana kekhusyukan mampu hadir dalam jangka lama.
itulah gunanya pepohonan rindang di halaman masjid.
ketika motor dan mobil nyaman parkir.
dan canda riang anak-anak TK al qur'an bisa sambil berlarian.
perlu rajin menyapu... benar
perlu rajin memangkas cabang liar... benar
tetapi pujian syukur atas oksigen yang hadir
insyaallah menjadi berkah bagi semua
hijaukan masjid kita bapak pengurus
hijaukan masjid kita ibu pengurus
assalamu'alaikum
saya tahu bapak ibu pengurus masjid ingin tempat ibadahnya terlihat rapi, jauh dari kesan kotor.
saya sangat setuju bahwa perlu areal yang luas untuk menampung jemaah.
dan saya usul agar banyak pepohonan rindang yang memberi suasana nyaman beribadah.
dimana sandal dan lantai tak terasa panas.
dimana udara yang masuk ke masjid segar dan dingin.
dimana kekhusyukan mampu hadir dalam jangka lama.
itulah gunanya pepohonan rindang di halaman masjid.
ketika motor dan mobil nyaman parkir.
dan canda riang anak-anak TK al qur'an bisa sambil berlarian.
perlu rajin menyapu... benar
perlu rajin memangkas cabang liar... benar
tetapi pujian syukur atas oksigen yang hadir
insyaallah menjadi berkah bagi semua
hijaukan masjid kita bapak pengurus
hijaukan masjid kita ibu pengurus
assalamu'alaikum
Kamis, 22 Juli 2010
Selasa, 20 Juli 2010
temanku kawin di hutan
temanku baru-baru ini kawin dihutan, dengan temanku juga
terlepas dari keunikannya, semoga menjadi pencinta dan perawat hutan
sama seperti hewan dan tumbuhan di hutan
juga serangga dan jamur dihutan
temanku kawin dihutan
seperti hewan dan tetumbuhan yang kawin dihutan
menyatu dengan penghasil nafas miliaran manusia lainnya
hutan ada dihutan
hutan bisa juga ada di kota
ketika pinggir-pinggir jalan menghutan
dan menyejukkan kendaraan yang lalu lalang
kawinlah dengan hutan
dan berikan kesegaran, keaslian nafsu, gairah meningkatkan kualitas
halaman rumah, tempat parkir, pinggir jalan, taman bermain... kawinlah dengan tanaman dan hutan
terlepas dari keunikannya, semoga menjadi pencinta dan perawat hutan
sama seperti hewan dan tumbuhan di hutan
juga serangga dan jamur dihutan
temanku kawin dihutan
seperti hewan dan tetumbuhan yang kawin dihutan
menyatu dengan penghasil nafas miliaran manusia lainnya
hutan ada dihutan
hutan bisa juga ada di kota
ketika pinggir-pinggir jalan menghutan
dan menyejukkan kendaraan yang lalu lalang
kawinlah dengan hutan
dan berikan kesegaran, keaslian nafsu, gairah meningkatkan kualitas
halaman rumah, tempat parkir, pinggir jalan, taman bermain... kawinlah dengan tanaman dan hutan
Minggu, 18 Juli 2010
HUJAN
HUJAN memberi untung bagi rumput dan pepohonan
untuk tumbuh... dan tumbuh
HUJAN memberi untung bagi tanah
untuk menyimpan air... dan mendinginkan bumi
HUJAN memerlukan tanah, memerlukan pepohonan
HUJAN benci dengan beton, benci dengan kekosongan hijau
MAKA tanamlah pohon, sekecil apapun
biar tumbuh bunga-bunga
biar tumbuh akar, ranting dan dahan
MAKA biarkan hujan datang
demi oksigen dari dedaunan
demi kesegaran dalam peradaban
TANAMLAH pohon dan bunga-bunga
dan biarkan hujan membantu menyegarkannya
untuk tumbuh... dan tumbuh
HUJAN memberi untung bagi tanah
untuk menyimpan air... dan mendinginkan bumi
HUJAN memerlukan tanah, memerlukan pepohonan
HUJAN benci dengan beton, benci dengan kekosongan hijau
MAKA tanamlah pohon, sekecil apapun
biar tumbuh bunga-bunga
biar tumbuh akar, ranting dan dahan
MAKA biarkan hujan datang
demi oksigen dari dedaunan
demi kesegaran dalam peradaban
TANAMLAH pohon dan bunga-bunga
dan biarkan hujan membantu menyegarkannya
Kamis, 15 Juli 2010
hijau kuning
entah mengapa aku berhenti di samping pohon itu
hijau kuning
padahal aku berbaju merah dan bercelana putih
hijau kuning menarik perhatianku
meski dia diam
dan hanya sesekali diterpa angin dan dihinggapi burung pagi
seperti layaknya zaman
ada yang tumbuh, ada yang akan mati
mati satu tumbuh seribu
patah tumbuh hilang berganti
mereka lah daun-daun pagi
yang tumbuh menghijau
tua menguning, dan jatuh ketanah
terseret angin, air, atau sapu lidi
hijau dan kuning daun-daunku
dan suatu saat keduanya pun akan gugur bersama
menyisakan ranting sunyi, sepi...
hijau kuning
padahal aku berbaju merah dan bercelana putih
hijau kuning menarik perhatianku
meski dia diam
dan hanya sesekali diterpa angin dan dihinggapi burung pagi
seperti layaknya zaman
ada yang tumbuh, ada yang akan mati
mati satu tumbuh seribu
patah tumbuh hilang berganti
mereka lah daun-daun pagi
yang tumbuh menghijau
tua menguning, dan jatuh ketanah
terseret angin, air, atau sapu lidi
hijau dan kuning daun-daunku
dan suatu saat keduanya pun akan gugur bersama
menyisakan ranting sunyi, sepi...
Rabu, 14 Juli 2010
mengulang SEMANGAT
untuk kesekian kalinya saya perlu mengulang SEMANGAT
untuk menyiapkan diri
agar selalu termotivasi menghijaukan
dengan tanaman
dengan tulisan
mengulang semangat... kemudian memperbaiki rencana... selalu
mengulang SEMANGAT untuk tahu bahwa di mata TUHAN tak ada kebaikan yang sia-sia
selama berguna bagi orang lain
berguna bagi lingkungan
dan dijalankan dengan ikhlas
mengulang SEMANGAT... untuk HIJAU
untuk menyiapkan diri
agar selalu termotivasi menghijaukan
dengan tanaman
dengan tulisan
mengulang semangat... kemudian memperbaiki rencana... selalu
mengulang SEMANGAT untuk tahu bahwa di mata TUHAN tak ada kebaikan yang sia-sia
selama berguna bagi orang lain
berguna bagi lingkungan
dan dijalankan dengan ikhlas
mengulang SEMANGAT... untuk HIJAU
Jumat, 09 Juli 2010
kabut dan pepohonan
keindahan kabut dipagi hari
menyelimuti rawa
menyelimuti rumah di atas rawa
pagi ini kusaksikan sendiri
kamera dari mataku
hamparan kabut di bawah bukit
menutupi rawa
menyelimuti rumah-rumah sekitarnya
jika pepohonan masih banyak di sekitar rumah
maka kabut akan datang... memperindah pemandangan
jika pepohonan hadir disekitar kantor dan tempat ibadah
maka dingin kabut menyejukkan jiwa
jika pepohonan ditanam di sekolah dan pinggir sungai
kabut pun menyegarkan suasana
semoga ada, dan akan bertambah, pepohonan kita
menyelimuti rawa
menyelimuti rumah di atas rawa
pagi ini kusaksikan sendiri
kamera dari mataku
hamparan kabut di bawah bukit
menutupi rawa
menyelimuti rumah-rumah sekitarnya
jika pepohonan masih banyak di sekitar rumah
maka kabut akan datang... memperindah pemandangan
jika pepohonan hadir disekitar kantor dan tempat ibadah
maka dingin kabut menyejukkan jiwa
jika pepohonan ditanam di sekolah dan pinggir sungai
kabut pun menyegarkan suasana
semoga ada, dan akan bertambah, pepohonan kita
Minggu, 04 Juli 2010
TANAMAN ORGANIK
Semua orang tahu bahwa tanaman organik lebih baik darpada tanaman anorganik. Semua orang ingin mengkonsumsi tanaman dari pupuk dan pestisida yang alami, tanpa bahan kimia. Semua orang tahu bahwa teknik pertanian organik sangat ramah lingkungan.
Yang perlu semua orang tahu adalah bahwa dengan pertanian organik maka tanah lebih gembur karena kandungan cacing yang banyak. Semua orang juga perlu tahu bahwa pada awalnya pertanian organik memerlukan perawatan yang tidak mudah, mengingat ketersediaan pupuk dan pestisida organik yang belum cukup mudah dijangkau. Semua petani perlu tahu bahwa pembasmian rumput pengganggu tidak harus dengan menghilangkannya, namun perlu agak ‘kerja ekstra’ dengan memotong bagian atasnya supaya tunas muda tetap tumbuh dan dapat dikorbankan untuk hama yang datang.
Namun semua orang perlu diberitahu bahwa perlu upaya untuk membantu agar pertanian organik lebih cepat berkembang. Perlu dukungan lebih besar untuk penyediaan pupuk murah, pestisida murah, pengemasan paska panen, pemasaran dan dukungan modal.
Tanaman organik sangat baik bagi petani, pedagang dan konsumen. Juga bagi lingkungan dan masa depan bumi ini.
Bumi Kalimantan timur sangat sangat sangat sedikit secara sadar menggunakan aktivitas 100% organik. Perlu didukung.
(dari perbincangan Mas Catur / Radio Metro dengan Pak Wandi, petani hortikultura organik pertama di Samarinda)
Yang perlu semua orang tahu adalah bahwa dengan pertanian organik maka tanah lebih gembur karena kandungan cacing yang banyak. Semua orang juga perlu tahu bahwa pada awalnya pertanian organik memerlukan perawatan yang tidak mudah, mengingat ketersediaan pupuk dan pestisida organik yang belum cukup mudah dijangkau. Semua petani perlu tahu bahwa pembasmian rumput pengganggu tidak harus dengan menghilangkannya, namun perlu agak ‘kerja ekstra’ dengan memotong bagian atasnya supaya tunas muda tetap tumbuh dan dapat dikorbankan untuk hama yang datang.
Namun semua orang perlu diberitahu bahwa perlu upaya untuk membantu agar pertanian organik lebih cepat berkembang. Perlu dukungan lebih besar untuk penyediaan pupuk murah, pestisida murah, pengemasan paska panen, pemasaran dan dukungan modal.
Tanaman organik sangat baik bagi petani, pedagang dan konsumen. Juga bagi lingkungan dan masa depan bumi ini.
Bumi Kalimantan timur sangat sangat sangat sedikit secara sadar menggunakan aktivitas 100% organik. Perlu didukung.
(dari perbincangan Mas Catur / Radio Metro dengan Pak Wandi, petani hortikultura organik pertama di Samarinda)
Selasa, 22 Juni 2010
MENGGAMBAR NYANYIAN BURUNG
pernahkah kita menggambar kicau indah burung di pagi hari ? saat pepohonan menyambut sinar mentari.
kicau hadir dari balik dedaunan. bersama berlariannya kumbang dan semut pohon. kicau mereka adalaha harmoni bagi pejalan kaki, penyapu serasah, dan orang-orang yang jogging. nikmatnya terasa dan tak terasa.
kicaunya bagai lukisan tak bergambar. mewarnai langit, menyapu kesunyian.
kicaunya hadir sebagai aura pepohonan rindang.
kicaunya... pengobat kepenatan dan sepi.
hanya karena pohon mereka ada.
hanya karena batang dan ranting kicaunya menggema.
hanya karena DIA semua tetap terpelihara.
kitalah tangan-tangan Tuhan tuk segarkan alam.
menanam. dan memelihara rumah-rumah bagi kicau pagi yang indah.
kita.... hanya kita.... yang diperintah oleh NYA tuk jaga bumi dengan segala indahnya
MAHA INDAH TUHAN DENGAN SEGALA KEBESARANNYA
kicau hadir dari balik dedaunan. bersama berlariannya kumbang dan semut pohon. kicau mereka adalaha harmoni bagi pejalan kaki, penyapu serasah, dan orang-orang yang jogging. nikmatnya terasa dan tak terasa.
kicaunya bagai lukisan tak bergambar. mewarnai langit, menyapu kesunyian.
kicaunya hadir sebagai aura pepohonan rindang.
kicaunya... pengobat kepenatan dan sepi.
hanya karena pohon mereka ada.
hanya karena batang dan ranting kicaunya menggema.
hanya karena DIA semua tetap terpelihara.
kitalah tangan-tangan Tuhan tuk segarkan alam.
menanam. dan memelihara rumah-rumah bagi kicau pagi yang indah.
kita.... hanya kita.... yang diperintah oleh NYA tuk jaga bumi dengan segala indahnya
MAHA INDAH TUHAN DENGAN SEGALA KEBESARANNYA
Senin, 21 Juni 2010
SERASAH
BENDA MATI ini menjadi alasan bagi pimpinan atau petugas kebersihan sebuah instansi untuk menebang pohon. kabel listrik pun menjadi alasan lainnya.
belum banyak teknologi atau aktivitas termudah untuk mengolah serasah untuk menjadi kompos atau hal lain yang bermanfaat. membayar gaji petugas kebersihan memang tidak sedikit, namun menebang pohon karena alasan efisiensi dan kebersihan kayaknya juga tidak benar.
kita tahu bumi semakin panas dan pejalan kaki semakin sengsara. tapi banyak dari kita yang tidak menyadari pentingnya pepohonan rindang untuk membuat suasana kerja dan belajar menjadi sejuk. kita perlu tempat parkir yang sejuk, bukan hanya hamparan beton yang jelas akan merusak ban dan body kendaraan. kita juga perlu pepohonan untuk mengurangi penggunaan ac. dan kita perlu pepohonan untuk memperluas areal nongkrong pegawai atau siswa sekolah.
SERASAH masih menjadi alasan bagi dekan ku untuk memerintahkan mahasiswa menebang pohon ketapang di samping musholla. SERASAH dan kabel listrik menjadi justifikasi bagi ketua laboratorium menebang pohon di halaman kantornya.
ya... saya baru bisa berkata... tolonglah, jangan ditebang... pangkas aja dahan yang mengganggu, jangan pohonnya.
belum banyak teknologi atau aktivitas termudah untuk mengolah serasah untuk menjadi kompos atau hal lain yang bermanfaat. membayar gaji petugas kebersihan memang tidak sedikit, namun menebang pohon karena alasan efisiensi dan kebersihan kayaknya juga tidak benar.
kita tahu bumi semakin panas dan pejalan kaki semakin sengsara. tapi banyak dari kita yang tidak menyadari pentingnya pepohonan rindang untuk membuat suasana kerja dan belajar menjadi sejuk. kita perlu tempat parkir yang sejuk, bukan hanya hamparan beton yang jelas akan merusak ban dan body kendaraan. kita juga perlu pepohonan untuk mengurangi penggunaan ac. dan kita perlu pepohonan untuk memperluas areal nongkrong pegawai atau siswa sekolah.
SERASAH masih menjadi alasan bagi dekan ku untuk memerintahkan mahasiswa menebang pohon ketapang di samping musholla. SERASAH dan kabel listrik menjadi justifikasi bagi ketua laboratorium menebang pohon di halaman kantornya.
ya... saya baru bisa berkata... tolonglah, jangan ditebang... pangkas aja dahan yang mengganggu, jangan pohonnya.
Minggu, 20 Juni 2010
HUTAN KOTA kita perlu BENAR dan DITAMBAH
(dari dialog hijauteduh.com di metro fm)
Dari dialog radio yang saya lakukan diketahui bahwa luasan hutan kita di Samarinda masih memenuhi syarat yang tepat yaitu 10% dari luasan kota. Hal ini merupakan peluang bagi pemerintah dan masyarakat kota untuk segera menetapkan areal-areal lain agar menjadi hutan kota. Selain itu perlu diketahui bahwa masih sekitar 60 sampai 70 persen luasan kota samarinda berupa hutan dan alang-alang. Kita bisa membuat sampai 20% hutan kota dengan kondisi ini.
Hutan kota penting bagi seluruh masyarakat. Kita perlu udara segar untuk lebih dari enam ratus ribu jiwa yang tinggal di kota ini. Kita perlu cuaca yang sejuk untuk aktivitas berusaha bersosial berkeluarga. Kita perlu pengaman air tanah dan pelindung dari cuaca ekstrim. Kita perlu pepohonan tempat burung-burung bernyanyi dan kupu-kupu yang mewarnai udara.
Hutan kota dapat juga dipergunakan sebagai areal rekreasi sepanjang tetap menghadirkan iklim mikro yang sejuk saat berada didalamnya.
Konsep hutan kota bertipe 'singapura' adalah konsep yang mengimpikan seluruh kota dengan segala bangunannya adalah juga hutan. Harus ada pepohonan di setiap halaman. Konsep hutan kota bertipe 'new york' membuat hutan menjadi terpusat ditengah kota atau tersebar sporadis diberbagai tempat. Samarinda mengikuti pola hutan new york. Saya sangat setuju hal tersebut agar sekaligus ada tempat bermain dialam yang cukup luas bagi warga. Dan saya lebih setuju lagi bila ada peraturan yang mengharuskan (atau diberi insentif) setiap ukuran tanah tertentu agar menghadirkan pohon besar dengan ukuran tajuk tertentu.
Kita perlu pepohonan di sekitar rumah. Kita perlu pepohonan untuk mengurangi pemakaian ac yang boros. Kita perlu pepohonan untuk melindungi motor dan mobil saat ditempat parkir. Kita juga perlu pepohonan di dekat traffic light untuk mengurangi polusi dan menjaga emosi saat berhenti agak lama.
Hutan kota kita perlu ada, sekitar tempat aktivitas kita juga perlu ada.
Dari dialog radio yang saya lakukan diketahui bahwa luasan hutan kita di Samarinda masih memenuhi syarat yang tepat yaitu 10% dari luasan kota. Hal ini merupakan peluang bagi pemerintah dan masyarakat kota untuk segera menetapkan areal-areal lain agar menjadi hutan kota. Selain itu perlu diketahui bahwa masih sekitar 60 sampai 70 persen luasan kota samarinda berupa hutan dan alang-alang. Kita bisa membuat sampai 20% hutan kota dengan kondisi ini.
Hutan kota penting bagi seluruh masyarakat. Kita perlu udara segar untuk lebih dari enam ratus ribu jiwa yang tinggal di kota ini. Kita perlu cuaca yang sejuk untuk aktivitas berusaha bersosial berkeluarga. Kita perlu pengaman air tanah dan pelindung dari cuaca ekstrim. Kita perlu pepohonan tempat burung-burung bernyanyi dan kupu-kupu yang mewarnai udara.
Hutan kota dapat juga dipergunakan sebagai areal rekreasi sepanjang tetap menghadirkan iklim mikro yang sejuk saat berada didalamnya.
Konsep hutan kota bertipe 'singapura' adalah konsep yang mengimpikan seluruh kota dengan segala bangunannya adalah juga hutan. Harus ada pepohonan di setiap halaman. Konsep hutan kota bertipe 'new york' membuat hutan menjadi terpusat ditengah kota atau tersebar sporadis diberbagai tempat. Samarinda mengikuti pola hutan new york. Saya sangat setuju hal tersebut agar sekaligus ada tempat bermain dialam yang cukup luas bagi warga. Dan saya lebih setuju lagi bila ada peraturan yang mengharuskan (atau diberi insentif) setiap ukuran tanah tertentu agar menghadirkan pohon besar dengan ukuran tajuk tertentu.
Kita perlu pepohonan di sekitar rumah. Kita perlu pepohonan untuk mengurangi pemakaian ac yang boros. Kita perlu pepohonan untuk melindungi motor dan mobil saat ditempat parkir. Kita juga perlu pepohonan di dekat traffic light untuk mengurangi polusi dan menjaga emosi saat berhenti agak lama.
Hutan kota kita perlu ada, sekitar tempat aktivitas kita juga perlu ada.
Kamis, 17 Juni 2010
Hijau Dari Air Hujan
hujan hujan lagi
air mengalir sampai jauh ke bawah tanah
menyegarkan dedaunan
membangkitkan kegembiraan
daun dan pepohonan, tangkap dan simpan mereka
butiran butiran kesegaran
smoga tak jadi bencana
smoga menjadi sejahtera
air mengalir sampai jauh ke bawah tanah
menyegarkan dedaunan
membangkitkan kegembiraan
daun dan pepohonan, tangkap dan simpan mereka
butiran butiran kesegaran
smoga tak jadi bencana
smoga menjadi sejahtera
Jumat, 11 Juni 2010
obat herbal (versi 2)
Obat herbal adalah obat yang berasal dari tumbuhan yang diproses/ diekstrak sedemikian rupa sehingga menjadi serbuk, pil atau cairan yang dalam prosesnya tidak menggunakan zat kimia. Misalnya jamu, obat tolak angin cair, dsb. Seperti kita ketahui obat herbal dapat menyembuhkan penyakit dengan efek samping yang minim karena dibuat dari bahan-bahan yang alami, tidak seperti obat-obat sintetis yang dapat memberikan efek samping baik secara langsung maupun setelah waktu yang lama.
Sedangkan definisi pengobatan herbal (herbalism) adalah pengobatan tradisional atau pengobatan rakyat mempraktekkan yang didasarkan pada pemakaian tumbuhan-tumbuhan dan ekstrak tumbuhan. Herbalism juga dikenal sebagai pengobatan berkenaan dengan penggunaan tumbuhan untuk pengobatan, medis secara herbal, obat herbal, herbology, dan phytotherapy. Kadang-kadang lingkup dari obat bahan tumbuhan yang dipergunakan diperluas termasuk produk-produk jamur dan lebah, mineral-mineral, kulit/kerang-kulit/kerang dan bagian binatang tertentu.
(herbalqu.blogspot.com)
Herbalogi
Herbalogi berasal dari kata ‘Herba’ yang berarti tumbuhan dan ‘logi’ atau ‘logos’ yang berarti ilmu. Dengan demikian Herbalogi adalah ilmu yang mempelajari segala sesuatu yang berkait dengan tumbuh-tumbuhan. Dalam dunia pengobatan herbalogi dipahami sebagai sebuah konsep atau metode pengobatan dengan menggunakan bahan-bahan yang berasal dari herba (tanaman obat).
Konsep Pengobatan Herbal
1.Pendekatan yang dipakai bersifat holistic. Tubuh manusia dipandang memiliki suatu system harmoni yang selalu seimbang; tidak berfungsinya satu bagian tubuh menyebabkan ketidakseimbangan dibagian tubuh yang lain. Jika tubuh tidak mampu melakukan penyeimbangan kembali seperti keadaan semula, maka akan tibul suatu penyakit. Salah satu tujuan dari pengobatan herbal adalah membantu tubuh mengembalikan keharmonisan atau keseimbangan tubuh.
2.Selain dari faktor eksternal, pengobatan herba memahami bahwa dari dalam diri manusia terdapat kekuatan penyembuh yang datang dari faktor Spiritual, emosional, mental, dan fisikal. Kekuatan penyembuh tersebut dalam dunia medis modern dikenal dengan Sistem Imun.
3.Sistem Imun menjadi penentu utama sehat atau sakitnya seseorang. Herbalogi menaruh perhatian besar terhadap masalah imunity tersebut. Sehingga tujuan pengobatan adalah diarahkan untuk “Improve and maintain body immune system against external pathogen and pressure”.
4.Menggunakan semurni-murninya bahan dari herba sebagai obat, tanpa tambahan zat kimia sintetis.
Perbedaan Pengobatan Herbal dengan Pengobatan Kimia Sintetis
Konsep Pengobatan Herbal sangat berbeda dengan konsep pengobatan Modern (yang biasanya menggunakan Kimia Sintetis sebagai obat). Misalnya dalam pengobatan kimia sintetis penyebab penyakit adalah virus, bakteri, dan pathogen (mikro organisme pembawa penyakit); sedangkan dalam pengobatan herbal, penyebab penyakit adalah lemahnya system imun.
Pengobatan Kimia Sintetis Pengobatan Herbal
* Berasal dari Barat * Berasal dari Timur
* Menggunakan bahan kimia sintetis * Menggunakan bahan alamiah/organik
* Daya keterserapan 50% - 70% * Daya keterserapan 90%
* Bersifat antibiotic (racun bakteri) * Bersifat probiotik
* Menurunkan system imun * Meningkatkan system imun
* Mengobatai gejala / Symptomatic * Holistic / mengobati sumber penyakit
* Menimbulkan efek samping * Tidak ada efek samping
* Khasiat lebih cepat tetapi destruktif * Khasiat lambat tetapi konstruktif
* Kebanyakan mengandung zat haram * Halal karena murni dari tumbuhan
www.back2herbal.multiply.com"
Sedangkan definisi pengobatan herbal (herbalism) adalah pengobatan tradisional atau pengobatan rakyat mempraktekkan yang didasarkan pada pemakaian tumbuhan-tumbuhan dan ekstrak tumbuhan. Herbalism juga dikenal sebagai pengobatan berkenaan dengan penggunaan tumbuhan untuk pengobatan, medis secara herbal, obat herbal, herbology, dan phytotherapy. Kadang-kadang lingkup dari obat bahan tumbuhan yang dipergunakan diperluas termasuk produk-produk jamur dan lebah, mineral-mineral, kulit/kerang-kulit/kerang dan bagian binatang tertentu.
(herbalqu.blogspot.com)
Herbalogi
Herbalogi berasal dari kata ‘Herba’ yang berarti tumbuhan dan ‘logi’ atau ‘logos’ yang berarti ilmu. Dengan demikian Herbalogi adalah ilmu yang mempelajari segala sesuatu yang berkait dengan tumbuh-tumbuhan. Dalam dunia pengobatan herbalogi dipahami sebagai sebuah konsep atau metode pengobatan dengan menggunakan bahan-bahan yang berasal dari herba (tanaman obat).
Konsep Pengobatan Herbal
1.Pendekatan yang dipakai bersifat holistic. Tubuh manusia dipandang memiliki suatu system harmoni yang selalu seimbang; tidak berfungsinya satu bagian tubuh menyebabkan ketidakseimbangan dibagian tubuh yang lain. Jika tubuh tidak mampu melakukan penyeimbangan kembali seperti keadaan semula, maka akan tibul suatu penyakit. Salah satu tujuan dari pengobatan herbal adalah membantu tubuh mengembalikan keharmonisan atau keseimbangan tubuh.
2.Selain dari faktor eksternal, pengobatan herba memahami bahwa dari dalam diri manusia terdapat kekuatan penyembuh yang datang dari faktor Spiritual, emosional, mental, dan fisikal. Kekuatan penyembuh tersebut dalam dunia medis modern dikenal dengan Sistem Imun.
3.Sistem Imun menjadi penentu utama sehat atau sakitnya seseorang. Herbalogi menaruh perhatian besar terhadap masalah imunity tersebut. Sehingga tujuan pengobatan adalah diarahkan untuk “Improve and maintain body immune system against external pathogen and pressure”.
4.Menggunakan semurni-murninya bahan dari herba sebagai obat, tanpa tambahan zat kimia sintetis.
Perbedaan Pengobatan Herbal dengan Pengobatan Kimia Sintetis
Konsep Pengobatan Herbal sangat berbeda dengan konsep pengobatan Modern (yang biasanya menggunakan Kimia Sintetis sebagai obat). Misalnya dalam pengobatan kimia sintetis penyebab penyakit adalah virus, bakteri, dan pathogen (mikro organisme pembawa penyakit); sedangkan dalam pengobatan herbal, penyebab penyakit adalah lemahnya system imun.
Pengobatan Kimia Sintetis Pengobatan Herbal
* Berasal dari Barat * Berasal dari Timur
* Menggunakan bahan kimia sintetis * Menggunakan bahan alamiah/organik
* Daya keterserapan 50% - 70% * Daya keterserapan 90%
* Bersifat antibiotic (racun bakteri) * Bersifat probiotik
* Menurunkan system imun * Meningkatkan system imun
* Mengobatai gejala / Symptomatic * Holistic / mengobati sumber penyakit
* Menimbulkan efek samping * Tidak ada efek samping
* Khasiat lebih cepat tetapi destruktif * Khasiat lambat tetapi konstruktif
* Kebanyakan mengandung zat haram * Halal karena murni dari tumbuhan
www.back2herbal.multiply.com"
Selasa, 08 Juni 2010
Kebun Sawit Dinilai Merusak Lingkungan
Kebun sawit yang menjamur di Sumatera dan Kalimantan dinilai merusak lingkungan walau mendatangkan banyak keuntungan finansial. Karena satu hektar hutan alam dapat menyerap sekitar satu juta meter kubik karbon, sedangkan kebun Sawit hanya mampu menyerap tiga ribu meter kubik karbon saja.
Indonesia merupakan tempat paling subur untuk kebun kelapa sawit. Selain itu, regulasi pemerintah juga mendukung tumbuh kembangnya industri-industri sawit.
Terlepas dari keuntungan finansial yang telah membuat sejumlah daerah di Indonesia makmur, kebun sawit juga telah mengakibatkan kerusakan lingkungan.
Jika satu hektar hutan alam dapat menyerap sekitar satu juta meter kubik karbon, maka satu hektar kebun Sawit hanya mampu menyerap sekitar tiga ribu meter kubik karbon.
Di Indonesia pembukaan lahan sawit dilakukan pada sebuah hutan alami, yang telah dibabat sebelumnya. Hal tersebut dapat dianggap sebagai pengkonversian lahan hutan menjadi kebun sawit.
Hal itu tentunya dapat dianggap lebih merusak lingkungan ketimbang ilegal loging, pasalnya lahan ilegal loging setelahnya dapat langsung ditanami pohon, tetapi tidak pada konversi lahan Sawit.
Berbagai macam produk turunan sawit telah membuat konsumen di Indonesia menjadi ketergantungan. Mulai dari obat-obatan, Shampoo hingga sabun.
(TRIBUNNEWS.com)
Indonesia merupakan tempat paling subur untuk kebun kelapa sawit. Selain itu, regulasi pemerintah juga mendukung tumbuh kembangnya industri-industri sawit.
Terlepas dari keuntungan finansial yang telah membuat sejumlah daerah di Indonesia makmur, kebun sawit juga telah mengakibatkan kerusakan lingkungan.
Jika satu hektar hutan alam dapat menyerap sekitar satu juta meter kubik karbon, maka satu hektar kebun Sawit hanya mampu menyerap sekitar tiga ribu meter kubik karbon.
Di Indonesia pembukaan lahan sawit dilakukan pada sebuah hutan alami, yang telah dibabat sebelumnya. Hal tersebut dapat dianggap sebagai pengkonversian lahan hutan menjadi kebun sawit.
Hal itu tentunya dapat dianggap lebih merusak lingkungan ketimbang ilegal loging, pasalnya lahan ilegal loging setelahnya dapat langsung ditanami pohon, tetapi tidak pada konversi lahan Sawit.
Berbagai macam produk turunan sawit telah membuat konsumen di Indonesia menjadi ketergantungan. Mulai dari obat-obatan, Shampoo hingga sabun.
(TRIBUNNEWS.com)
Minggu, 06 Juni 2010
OBAT HERBAL
Definisi dan teknis pengembangan herbal semakin luas sejak awal dikenal.
‘herba’ yang berarti tumbuhan secara lebih khusus cenderung identik dengan tumbuhan semak atau perdu. Pengobatan yang berbasis tumbuhan secara sederhana dimulai oleh produk jamu-jamuan.
Herbal yang saat ini lebih dikenal sebagai pengobatan dari semua jenis tumbuhan telah sangat berkembang, termasuk definisinya. Teman saya Mas Hery Romadan, seorang HERBALIS, menjelaskan bahwa herbal adalah semua jenis obat yang diambil dari tumbuhan dan bahkan hewan yang berasal dari keseluruhan bagian-bagiannya (misalnya akar saja, batang saja, susu saja), bukan dari zat tertentu yang terkandung didalamnya.
Lebih jelasnya begini: jika akar temu lawak dijadikan obat maka yang diambil sebagai herbal adalah keseluruhan dari akar tersebut, bukan dari salah satu zat dalam akar. Kalau pengobatan kimia hanya akan mengambil salah satu atau salah dua zat yang terkandung dalam akar tersebut.
Mengapa ? karena pengobatan herbal memiliki pandangan bahwa sebuah bagian dari ciptaan Tuhan tersebut berfungsi untuk tidak hanya membunuh penyakit, namun juga menjaga keseimbangan tubuh tempat penyakit bersarang.
Lebih jelasnya lagi, mungkin kita pernah dengar, bahwa dalam setiap tumbuhan atau hewan beracun terdapat anti racun yang juga terdapat didalam tubuh mahluk tersebut. KESEIMBANGAN adalah prinsip yang dipakai dalam pengobatan herbal. Dalam akar yang berkhasiat selain memiliki zat yang berguna menghancurkan sakit namun juga terdapat zat lain yang membantu keseimbangan tubuh atau daya imun tubuh.
Ciri lain dari herbal ini adalah TIDAK PAKAI BAHAN PENGAWET.
Apakah semua tanaman bisa menjadi obat herbal, hery menjawab nanti (insyaallah) bisa. Dan untuk itu kita perlu memiliki tanaman dipekarangan yang berfungsi sebagai obat herbal. Tanaman Lombok dan bunga melati pun berguna sebagai obat.
Sehat, alami, ramah lingkungan. Silahkan cari literaturnya di toko buku.
(dari perbincangan di FRESHGREENCLUB – Radio Metro, 5 Juni 2010)
‘herba’ yang berarti tumbuhan secara lebih khusus cenderung identik dengan tumbuhan semak atau perdu. Pengobatan yang berbasis tumbuhan secara sederhana dimulai oleh produk jamu-jamuan.
Herbal yang saat ini lebih dikenal sebagai pengobatan dari semua jenis tumbuhan telah sangat berkembang, termasuk definisinya. Teman saya Mas Hery Romadan, seorang HERBALIS, menjelaskan bahwa herbal adalah semua jenis obat yang diambil dari tumbuhan dan bahkan hewan yang berasal dari keseluruhan bagian-bagiannya (misalnya akar saja, batang saja, susu saja), bukan dari zat tertentu yang terkandung didalamnya.
Lebih jelasnya begini: jika akar temu lawak dijadikan obat maka yang diambil sebagai herbal adalah keseluruhan dari akar tersebut, bukan dari salah satu zat dalam akar. Kalau pengobatan kimia hanya akan mengambil salah satu atau salah dua zat yang terkandung dalam akar tersebut.
Mengapa ? karena pengobatan herbal memiliki pandangan bahwa sebuah bagian dari ciptaan Tuhan tersebut berfungsi untuk tidak hanya membunuh penyakit, namun juga menjaga keseimbangan tubuh tempat penyakit bersarang.
Lebih jelasnya lagi, mungkin kita pernah dengar, bahwa dalam setiap tumbuhan atau hewan beracun terdapat anti racun yang juga terdapat didalam tubuh mahluk tersebut. KESEIMBANGAN adalah prinsip yang dipakai dalam pengobatan herbal. Dalam akar yang berkhasiat selain memiliki zat yang berguna menghancurkan sakit namun juga terdapat zat lain yang membantu keseimbangan tubuh atau daya imun tubuh.
Ciri lain dari herbal ini adalah TIDAK PAKAI BAHAN PENGAWET.
Apakah semua tanaman bisa menjadi obat herbal, hery menjawab nanti (insyaallah) bisa. Dan untuk itu kita perlu memiliki tanaman dipekarangan yang berfungsi sebagai obat herbal. Tanaman Lombok dan bunga melati pun berguna sebagai obat.
Sehat, alami, ramah lingkungan. Silahkan cari literaturnya di toko buku.
(dari perbincangan di FRESHGREENCLUB – Radio Metro, 5 Juni 2010)
Jumat, 04 Juni 2010
Hutan Kecil dan Kicau Burung Gereja
Ada ”hutan kecil” di samping rumah keluarga Jana dan Erwin Parengkuan. Dari rerimbun daun pohon beringin, puluhan burung gereja berkicau setiap pagi dan sore mengiringi kehidupan pasangan yang hidup rukun itu.
Kita punya hutan kecil lho...,” kata Erwin Parengkuan (40) sambil mengajak kami naik ke teras kecil pula di lantai dua rumahnya di bilangan Taman Pegangsaan, Jakarta.
Yang disebut hutan kecil itu adalah halaman kecil seukuran lapangan bulu tangkis dengan rimbun pepohonan seperti bambu, beringin, dan angsana. Suasana teras itu memang sangat teduh dan segar oleh hijau dedaunan. Pada rindang dedaunan itu puluhan burung gereja bersarang.
”Mereka ramai sekali berkicau sejak pukul lima pagi. Sampai pukul sepuluh mereka masih riuh berkicau. Habis itu mereka cari makan. Sekitar jam lima mereka coming back home dan kembali ramai banget,” kata Erwin bercerita tentang burung gereja yang telah menjadi bagian dari kehidupan keseharian.
Seturut terbangnya burung gereja, yang empunya rumah pun meninggalkan rumah untuk bekerja. Ada setumpuk agenda setiap hari dari Erwin yang berprofesi sebagai pemandu acara, presenter televisi, dan pengelola Talk-Inc: ini semacam lembaga pendidikan yang antara lain menyiapkan tenaga presenter televisi sampai pemandu acara.
Erwin dan istrinya, Jana Parengkuan (34), paling suka duduk-duduk di teras yang menghadap hutan kecil tadi. Mereka sering mengundang kawan-kawannya untuk datang menikmati sore atau malam di teras sambil menikmati masakan yang disiapkan Erwin atau kue-kue yang dibuat Jana. ”Hutan kecil ini memang menjadi teman untuk makan sore. Kami juga suka bercengkerama di sini pada sore hari,” katanya.
Dari teras kecil di hutan kecil dengan kicau burung gereja itu Erwin dan Jana sering mendapat inspirasi tentang hidup sehari-hari. Misalnya pernah tercetus untuk membuat usaha penjualan kue lewat internet di www.partyathome.co.id.
Sekadar catatan, halaman yang menjadi area hutan kecil itu merupakan lebihan tanah di sudut blok—kebetulan rumah Erwin terletak di ujung blok. Lebihan tanah itu memang bukan milik Erwin, tetapi ia ikut merawatnya dan menjadi area teduh di lingkungan sekitar permukiman.
Seni dan dapur
Dari lantai dua, Erwin mengajak kami naik ke lantai tiga. ”Ini namanya art area,” kata Jana menjelaskan fungsi ruang di lantai tiga yang penuh dengan kanvas lukisan itu.
Ada sebuah lukisan lanskap pedesaan di Eropa. Itu lukisan Jana, perempuan berdarah Indonesia-Cekoslowakia yang lahir di Praha. Jana memang suka melukis.
Hari itu, kami disertai empat anak mereka, yaitu Giulio (11), Marcio (8), Abielo (4), dan si bungsu Matacha yang baru berumur setahun. Matacha adalah satu-satunya anak perempuan dari Erwin-Jana. Anak-anaknya juga mulai menyukai corat-coret dan itu semua diberi ruang dalam arti sebenarnya dalam keluarga pasangan Erwin-Jana.
Di lantai itu juga ada sebuah piano yang tampaknya sudah lama tidak di-stem atau dilaras. Giulio memainkan tuts dan terdengar sepotong riff dari ”Smoke on the Water” milik Deep Purple.
Rumah memang juga cerminan hobi penghuni. Erwin dan Jana yang sama-sama suka memasak menjadikan dapur sebagai tempat yang paling menyenangkan. Dari ruang tamu, kita bisa cukup leluasa memandang dapur yang cukup luas dan bersih, menyatu dengan ruang makan.
Masih ada lagi dapur bersih atau pantry yang berada di samping ruang tamu, menghadap ke hutan kecil. Dengan ruang tamu, pantry cukup dipisahkan dengan pintu ayun (swinging door) kecil. Erwin menyempatkan diri memasak setiap akhir pekan atau setiap kali ada waktu.
”Saya dibesarkan oleh ibu yang punya usaha resto. Jadi sejak kecil saya terekspose oleh makanan sehat. Di rumah enggak ada makanan gorengan, minuman bersoda, MSG (monosodium glutamate). Kami anak-anaknya jadi ketularan. Tradisi itu kami bawa ke rumah ini,” kata Erwin yang terampil memasak masakan Barat ataupun Indonesia.
”Itu mengapa dapur menjadi istimewa di rumah ini,” kata Erwin yang menempatkan dapur sebagai tempat berkumpul keluarga dan handai tolan. Mereka bisa betah berlama-lama di sekitar dapur dan meja makan.
Dapur, ruang seni, dan hutan kecil plus kicau burung gereja tadi menjadi kehidupan keluarga Erwin penuh warna.
Maunya dekat sampai tua
Erwin Parengkuan lebih dari 20 tahun aktif di dunia komunikasi. Itu termasuk sebagai penyiar Radio Prambors serta ikut membidani lahirnya beberapa stasiun radio. Ia juga menjadi presenter televisi sampai pemandu berbagai acara dari ulang tahun perkawinan konglomerat sampai pekan olahraga nasional.
Komunikasi rupanya berawal sejak di rumahnya. Rumah berlantai tiga itu dirancang agar penghuninya bisa berkomunikasi dengan baik dari satu lantai ke lantai lain.
”Dari lantai satu, dua, dan tiga, orang mau omong apa saja juga kedengaran suaranya. Maka rumah harus terbuka supaya kegiatan anak-anak bisa terpantau,” kata Jana Parengkuan sambil menggendong si bungsu Matacha.
Tangga di setiap lantai berada di sudut kiri ruang. Akses dari satu lantai ke lantai cukup lega dan memungkinkan komunikasi yang leluasa dari satu lantai ke lantai lain. Bagi keluarga Erwin, rumah adalah tempat berkumpul keluarga dalam suasana rileks. Apalah arti sebuah rumah yang penghuninya terpisah-pisah meski bernaung di bawah atap yang sama.
”Kami ingin rumah yang hangat, enggak dingin tanpa nyawa, enggak ada spirit,” kata Erwin.
”Rumah jangan kayak galeri yang serba teratur tetapi berjarak,” kata Jana menimpali sambil menghidangkan lemon poppy seed, kue bikinannya yang terasa manis-manis lemon.
Kehangatan itu diwujudkan dengan menempatkan kamar-kamar tidur di satu lantai, yaitu di lantai dua. Terpisah tetapi berdekatan, bukan berdekatan tetapi terpisah.
”Kalau akhir pekan, kami semua bahkan tidur bersama-sama sekeluarga. Buat saya itu sebuah kemewahan,” kata Erwin.
Kedekatan keluarga pasangan Erwin-Jana juga terlihat dari puluhan foto yang dipajang sepanjang dinding menuju lantai dua. Sambil menaiki tangga, kita bisa melihat foto keluarga yang terkesan kompak, hangat, penuh kasih. Setidaknya itu narasi yang terbaca dari deretan foto keluarga.
Ekspresi anak-anak pasangan Erwin-Jana tidak bisa menyembunyikan kedekatan keluarga tersebut. Mereka adalah anak-anak yang berani, bebas, menunjukkan sikap, mengekspresikan diri, dan akrab dengan orangtua serta tamu.
”Kami maunya dekat. Bahkan, kalau bisa sampai tua nanti kami selalu begitu,” kata Erwin. (KOMPAS Minggu)
Kita punya hutan kecil lho...,” kata Erwin Parengkuan (40) sambil mengajak kami naik ke teras kecil pula di lantai dua rumahnya di bilangan Taman Pegangsaan, Jakarta.
Yang disebut hutan kecil itu adalah halaman kecil seukuran lapangan bulu tangkis dengan rimbun pepohonan seperti bambu, beringin, dan angsana. Suasana teras itu memang sangat teduh dan segar oleh hijau dedaunan. Pada rindang dedaunan itu puluhan burung gereja bersarang.
”Mereka ramai sekali berkicau sejak pukul lima pagi. Sampai pukul sepuluh mereka masih riuh berkicau. Habis itu mereka cari makan. Sekitar jam lima mereka coming back home dan kembali ramai banget,” kata Erwin bercerita tentang burung gereja yang telah menjadi bagian dari kehidupan keseharian.
Seturut terbangnya burung gereja, yang empunya rumah pun meninggalkan rumah untuk bekerja. Ada setumpuk agenda setiap hari dari Erwin yang berprofesi sebagai pemandu acara, presenter televisi, dan pengelola Talk-Inc: ini semacam lembaga pendidikan yang antara lain menyiapkan tenaga presenter televisi sampai pemandu acara.
Erwin dan istrinya, Jana Parengkuan (34), paling suka duduk-duduk di teras yang menghadap hutan kecil tadi. Mereka sering mengundang kawan-kawannya untuk datang menikmati sore atau malam di teras sambil menikmati masakan yang disiapkan Erwin atau kue-kue yang dibuat Jana. ”Hutan kecil ini memang menjadi teman untuk makan sore. Kami juga suka bercengkerama di sini pada sore hari,” katanya.
Dari teras kecil di hutan kecil dengan kicau burung gereja itu Erwin dan Jana sering mendapat inspirasi tentang hidup sehari-hari. Misalnya pernah tercetus untuk membuat usaha penjualan kue lewat internet di www.partyathome.co.id.
Sekadar catatan, halaman yang menjadi area hutan kecil itu merupakan lebihan tanah di sudut blok—kebetulan rumah Erwin terletak di ujung blok. Lebihan tanah itu memang bukan milik Erwin, tetapi ia ikut merawatnya dan menjadi area teduh di lingkungan sekitar permukiman.
Seni dan dapur
Dari lantai dua, Erwin mengajak kami naik ke lantai tiga. ”Ini namanya art area,” kata Jana menjelaskan fungsi ruang di lantai tiga yang penuh dengan kanvas lukisan itu.
Ada sebuah lukisan lanskap pedesaan di Eropa. Itu lukisan Jana, perempuan berdarah Indonesia-Cekoslowakia yang lahir di Praha. Jana memang suka melukis.
Hari itu, kami disertai empat anak mereka, yaitu Giulio (11), Marcio (8), Abielo (4), dan si bungsu Matacha yang baru berumur setahun. Matacha adalah satu-satunya anak perempuan dari Erwin-Jana. Anak-anaknya juga mulai menyukai corat-coret dan itu semua diberi ruang dalam arti sebenarnya dalam keluarga pasangan Erwin-Jana.
Di lantai itu juga ada sebuah piano yang tampaknya sudah lama tidak di-stem atau dilaras. Giulio memainkan tuts dan terdengar sepotong riff dari ”Smoke on the Water” milik Deep Purple.
Rumah memang juga cerminan hobi penghuni. Erwin dan Jana yang sama-sama suka memasak menjadikan dapur sebagai tempat yang paling menyenangkan. Dari ruang tamu, kita bisa cukup leluasa memandang dapur yang cukup luas dan bersih, menyatu dengan ruang makan.
Masih ada lagi dapur bersih atau pantry yang berada di samping ruang tamu, menghadap ke hutan kecil. Dengan ruang tamu, pantry cukup dipisahkan dengan pintu ayun (swinging door) kecil. Erwin menyempatkan diri memasak setiap akhir pekan atau setiap kali ada waktu.
”Saya dibesarkan oleh ibu yang punya usaha resto. Jadi sejak kecil saya terekspose oleh makanan sehat. Di rumah enggak ada makanan gorengan, minuman bersoda, MSG (monosodium glutamate). Kami anak-anaknya jadi ketularan. Tradisi itu kami bawa ke rumah ini,” kata Erwin yang terampil memasak masakan Barat ataupun Indonesia.
”Itu mengapa dapur menjadi istimewa di rumah ini,” kata Erwin yang menempatkan dapur sebagai tempat berkumpul keluarga dan handai tolan. Mereka bisa betah berlama-lama di sekitar dapur dan meja makan.
Dapur, ruang seni, dan hutan kecil plus kicau burung gereja tadi menjadi kehidupan keluarga Erwin penuh warna.
Maunya dekat sampai tua
Erwin Parengkuan lebih dari 20 tahun aktif di dunia komunikasi. Itu termasuk sebagai penyiar Radio Prambors serta ikut membidani lahirnya beberapa stasiun radio. Ia juga menjadi presenter televisi sampai pemandu berbagai acara dari ulang tahun perkawinan konglomerat sampai pekan olahraga nasional.
Komunikasi rupanya berawal sejak di rumahnya. Rumah berlantai tiga itu dirancang agar penghuninya bisa berkomunikasi dengan baik dari satu lantai ke lantai lain.
”Dari lantai satu, dua, dan tiga, orang mau omong apa saja juga kedengaran suaranya. Maka rumah harus terbuka supaya kegiatan anak-anak bisa terpantau,” kata Jana Parengkuan sambil menggendong si bungsu Matacha.
Tangga di setiap lantai berada di sudut kiri ruang. Akses dari satu lantai ke lantai cukup lega dan memungkinkan komunikasi yang leluasa dari satu lantai ke lantai lain. Bagi keluarga Erwin, rumah adalah tempat berkumpul keluarga dalam suasana rileks. Apalah arti sebuah rumah yang penghuninya terpisah-pisah meski bernaung di bawah atap yang sama.
”Kami ingin rumah yang hangat, enggak dingin tanpa nyawa, enggak ada spirit,” kata Erwin.
”Rumah jangan kayak galeri yang serba teratur tetapi berjarak,” kata Jana menimpali sambil menghidangkan lemon poppy seed, kue bikinannya yang terasa manis-manis lemon.
Kehangatan itu diwujudkan dengan menempatkan kamar-kamar tidur di satu lantai, yaitu di lantai dua. Terpisah tetapi berdekatan, bukan berdekatan tetapi terpisah.
”Kalau akhir pekan, kami semua bahkan tidur bersama-sama sekeluarga. Buat saya itu sebuah kemewahan,” kata Erwin.
Kedekatan keluarga pasangan Erwin-Jana juga terlihat dari puluhan foto yang dipajang sepanjang dinding menuju lantai dua. Sambil menaiki tangga, kita bisa melihat foto keluarga yang terkesan kompak, hangat, penuh kasih. Setidaknya itu narasi yang terbaca dari deretan foto keluarga.
Ekspresi anak-anak pasangan Erwin-Jana tidak bisa menyembunyikan kedekatan keluarga tersebut. Mereka adalah anak-anak yang berani, bebas, menunjukkan sikap, mengekspresikan diri, dan akrab dengan orangtua serta tamu.
”Kami maunya dekat. Bahkan, kalau bisa sampai tua nanti kami selalu begitu,” kata Erwin. (KOMPAS Minggu)
Senin, 31 Mei 2010
Sabtu, 29 Mei 2010
Kamis, 27 Mei 2010
Selasa, 25 Mei 2010
sudah menjadi CITA CITA KU
sudah menjadi impianku untuk terus dan terus
menghijaukan sekeliling
menghijaukan alam ku
menyejukkan lingkungan ku
HIJAU adalah sebuah keberlanjutan hidup
yang belum dipahami banyak orang
TEDUH adalah keinginan
yang masih ditulis dalam omelan omelan
biarkan bumi berputar lambat dan cepat
semoga HIJAU dan TEDUH tercapai
menghijaukan sekeliling
menghijaukan alam ku
menyejukkan lingkungan ku
HIJAU adalah sebuah keberlanjutan hidup
yang belum dipahami banyak orang
TEDUH adalah keinginan
yang masih ditulis dalam omelan omelan
biarkan bumi berputar lambat dan cepat
semoga HIJAU dan TEDUH tercapai
Senin, 24 Mei 2010
Dendrophilly, upaya menghijaukan Yogyakarta
Oleh : Moh. Jauhar al-Hakimi *)
Penomoran pohon di Jl. KH Ahmad Dahlan Yogyakarta (doc. humanisma)
Berjalanlah di jalan K.H. Ahmad Dahlan dan cermati jajaran pohon angsana (Pterocarpus indicus) yang tumbuh di sepanjang jalan itu. Yang menarik adalah adanya penomoran pohon pada setiap tanaman. Meskipun terkesan sederhana, ide penomoran pohon menjadi penting ketika secara konkret dilakukan di tengah-tengah kota.
Di Jerman, pencatatan pohon hampir-hampir dilakukan selayaknya sensus pada setiap pohon sehingga tegakan yang ada dapat terdata. Hal yang sama di Indonesia sebenarnya regulasinya pun demikian, semisal peta pohon jati yang dilakukan pihak Perhutani. Namun dalam pelaksanaan serta pengawasannya kita sering kecolongan dengan maraknya illegal logging yang dampaknya dirasakan masyarakat banyak. Hal tersebut memang lebih terkait dengan budaya masyarakat serta belum tumbuhnya kesadaran di masyarakat akan pentingnya lingkungan yang lestari.
Dendrophilly adalah sebuah kecintaan atas kemanfaatan pohon bagi lingkungannya. P.K. Ojong, pemerhati lingkungan, yang pertama kali memopulerkan istilah dendrophilly di Indonesia. Dalam kunjungannya di sebuah negara Eropa ia mengungkapkan ketakjubannya pada deretan Lagerstomia (jenis yang sama banyak tumbuh di kampus UGM) yang sedang meng-ungu dan menjadi penanda di sepanjang bulevar tersebut pada waktu-waktu tertentu.
Pohon sawo kecik (Manilkara kauki) dan sawo manila (Acrhras zapota) sebenarnya bisa menjadi penanda bagi Yogyakarta selain beringin (Ficus sp.) tentunya yang tumbuh di dua alun-alun. Kedua jenis sawo tersebut telah lama tumbuh di lingkungan keraton Yogyakarta serta Pakualaman, maupun di sekitar rumah-rumah tua di Yogyakarta. Jika kita mencermati lebih lanjut, adanya tanaman sawo tersebut dapat membantu menyediakan sumber air bersih bagi keperluan sehari-hari. Di beberapa tempat (Yogyakarta dan Jawa Tengah), terutama bangunan masjid dan langgar lama/kuno, keberadaan pohon sawo sering berdampingan dengan sumur. Bagi orang-orang tua generasi 60 tahunan, menyebut nama sawo kecik, mereka akan selalu merujuk sebuah tempat: nDalem Mangkubumen. Upaya penanaman dan peremajaan tanaman sawo kecik telah dilakukan di beberapa tempat di Yogyakarta semisal ruas jalan Malioboro, benteng Vredeburg, kampus-kampus perguruan tinggi, serta Kantor Pos Besar.
Ada pesan moral yang ditanamkan orang tua kita yang mengeramatkan pada pohon-pohon tua tertentu yang justru sering kita menanggapinya secara logika semata. Kemampuan bertahan pohon tersebut sebenarnya indikasi awal adanya sumber air bagi lingkungan tersebut serta ada hubungan timbal balik antara tanaman tersebut dengan lingkungan tempat tumbuhnya. Indigenous local yang sederhana inilah yang sering kita tangkap sebagai hal-hal yang diluar logika.
Upaya menghijaukan Yogyakarta merupakan tanggungjawab bersama, semisal dengan membebaskan kawasan Malioboro beberapa saat dari asap kendaraan setiap Minggu pagi. Sebenarnya ini bisa diterapkan pada beberapa ruas jalan atau bisa pula ditambah durasinya. Dan langkah-langkah demikian selayaknya tidak terhenti pada slogan-slogan semata. Jika mengamati ruas jalan di Jalan Lingkar Utara beberapa ratus meter dari Terminal Jombor, pernah dicanangkan aksi penanaman pohon pembawa pesan antar generasi. Sayang ide cerdas itu seolah hanya tertanam di papan pengumuman di divider Jalan Lingkar dan sering luput dari perhatian mereka yang melewati dan membacanya.
Dengan penomoran pohon, sebenarnya Yogkatarta telah memulai satu langkah penting bagi penyelamatan lingkungan, setidaknya untuk satu pohon itu dan lingkungan tempat tumbuhnya.
*) Pegiat lingkungan, tinggal di Yogyakarta
Kompas, 27 Juni 2007
Penomoran pohon di Jl. KH Ahmad Dahlan Yogyakarta (doc. humanisma)
Berjalanlah di jalan K.H. Ahmad Dahlan dan cermati jajaran pohon angsana (Pterocarpus indicus) yang tumbuh di sepanjang jalan itu. Yang menarik adalah adanya penomoran pohon pada setiap tanaman. Meskipun terkesan sederhana, ide penomoran pohon menjadi penting ketika secara konkret dilakukan di tengah-tengah kota.
Di Jerman, pencatatan pohon hampir-hampir dilakukan selayaknya sensus pada setiap pohon sehingga tegakan yang ada dapat terdata. Hal yang sama di Indonesia sebenarnya regulasinya pun demikian, semisal peta pohon jati yang dilakukan pihak Perhutani. Namun dalam pelaksanaan serta pengawasannya kita sering kecolongan dengan maraknya illegal logging yang dampaknya dirasakan masyarakat banyak. Hal tersebut memang lebih terkait dengan budaya masyarakat serta belum tumbuhnya kesadaran di masyarakat akan pentingnya lingkungan yang lestari.
Dendrophilly adalah sebuah kecintaan atas kemanfaatan pohon bagi lingkungannya. P.K. Ojong, pemerhati lingkungan, yang pertama kali memopulerkan istilah dendrophilly di Indonesia. Dalam kunjungannya di sebuah negara Eropa ia mengungkapkan ketakjubannya pada deretan Lagerstomia (jenis yang sama banyak tumbuh di kampus UGM) yang sedang meng-ungu dan menjadi penanda di sepanjang bulevar tersebut pada waktu-waktu tertentu.
Pohon sawo kecik (Manilkara kauki) dan sawo manila (Acrhras zapota) sebenarnya bisa menjadi penanda bagi Yogyakarta selain beringin (Ficus sp.) tentunya yang tumbuh di dua alun-alun. Kedua jenis sawo tersebut telah lama tumbuh di lingkungan keraton Yogyakarta serta Pakualaman, maupun di sekitar rumah-rumah tua di Yogyakarta. Jika kita mencermati lebih lanjut, adanya tanaman sawo tersebut dapat membantu menyediakan sumber air bersih bagi keperluan sehari-hari. Di beberapa tempat (Yogyakarta dan Jawa Tengah), terutama bangunan masjid dan langgar lama/kuno, keberadaan pohon sawo sering berdampingan dengan sumur. Bagi orang-orang tua generasi 60 tahunan, menyebut nama sawo kecik, mereka akan selalu merujuk sebuah tempat: nDalem Mangkubumen. Upaya penanaman dan peremajaan tanaman sawo kecik telah dilakukan di beberapa tempat di Yogyakarta semisal ruas jalan Malioboro, benteng Vredeburg, kampus-kampus perguruan tinggi, serta Kantor Pos Besar.
Ada pesan moral yang ditanamkan orang tua kita yang mengeramatkan pada pohon-pohon tua tertentu yang justru sering kita menanggapinya secara logika semata. Kemampuan bertahan pohon tersebut sebenarnya indikasi awal adanya sumber air bagi lingkungan tersebut serta ada hubungan timbal balik antara tanaman tersebut dengan lingkungan tempat tumbuhnya. Indigenous local yang sederhana inilah yang sering kita tangkap sebagai hal-hal yang diluar logika.
Upaya menghijaukan Yogyakarta merupakan tanggungjawab bersama, semisal dengan membebaskan kawasan Malioboro beberapa saat dari asap kendaraan setiap Minggu pagi. Sebenarnya ini bisa diterapkan pada beberapa ruas jalan atau bisa pula ditambah durasinya. Dan langkah-langkah demikian selayaknya tidak terhenti pada slogan-slogan semata. Jika mengamati ruas jalan di Jalan Lingkar Utara beberapa ratus meter dari Terminal Jombor, pernah dicanangkan aksi penanaman pohon pembawa pesan antar generasi. Sayang ide cerdas itu seolah hanya tertanam di papan pengumuman di divider Jalan Lingkar dan sering luput dari perhatian mereka yang melewati dan membacanya.
Dengan penomoran pohon, sebenarnya Yogkatarta telah memulai satu langkah penting bagi penyelamatan lingkungan, setidaknya untuk satu pohon itu dan lingkungan tempat tumbuhnya.
*) Pegiat lingkungan, tinggal di Yogyakarta
Kompas, 27 Juni 2007
Sabtu, 22 Mei 2010
tantangan HIJAU
ketika aku lewat jalan-jalan besar kotaku yang panas
bermunculan pot besar dengan bibit pohon besar
senangnya hatiku
ketika aku lewati sisa pangkal pohon ditebang
dan kutahu dia ditebang karena ujungnya mengganggu kabel listrik
sedihnya aku
ketika ku tahu banyak teman-teman yang ikut kegiatan penghijauan
dan kutahu keinginan mereka sama
gembira jiwa ini
dan ketika ku tahu orang-orang belum peduli dengan suasana hijau
meski mereka mengeluh terus tentang panas dan panas
kecewanya aku
hijau teduh belum merasuk
dan masih perlu dukungan
karena masyarakat suka
meski belum peduli
bermunculan pot besar dengan bibit pohon besar
senangnya hatiku
ketika aku lewati sisa pangkal pohon ditebang
dan kutahu dia ditebang karena ujungnya mengganggu kabel listrik
sedihnya aku
ketika ku tahu banyak teman-teman yang ikut kegiatan penghijauan
dan kutahu keinginan mereka sama
gembira jiwa ini
dan ketika ku tahu orang-orang belum peduli dengan suasana hijau
meski mereka mengeluh terus tentang panas dan panas
kecewanya aku
hijau teduh belum merasuk
dan masih perlu dukungan
karena masyarakat suka
meski belum peduli
Kamis, 20 Mei 2010
SekalI LagI
Rabu, 19 Mei 2010
hijau MASJIDKU
sebagai sarana publik, masjid tentu perlu dibuat indah dan nyaman. Namun hal yang sering dilupakan oleh pengurus masjid adalah bahwa masjid perlu dibuat rindang. Masjid yang penuh dengan aktivitas ibadah adalah masjid yang benar-benar bermanfaat, bukan sekadar bangunannya saja yang cantik. Dengan pepohonan yang rindang membuat suasana hati di iklim tropis negeri ini menjadi sejuk.
Bernaung di bawahnya lah para ahli ibadah, sebelum dan sesudah sholat.
Bersenda gurau di bawahnya lah para pedagang sebelum dan sesudah anak sekolah beraktivitas.
Menikmati pelajaran lah para siswa.
Banyak dan banyak lagi yang bisa dimanfaatkan dengan adanya suasana teduh. Hawa dingin pepohonan akan masuk dan menyenangkan jamaah. Bila ruangan masjid ber AC maka keberadaan pepohonan rindang akan membuat perubahan iklim dari teriknya jalan raya ke dinginnya masjid menjadi lebih baik, tidak terlalu ekstrim.
Banyak bentuk pepohonan yang bisa dibuat agar naungan teduhnya sejalan dengan cantiknya bangunan. Tempat parkir bisa dibuat dari jejeran pepohonan sehingga selain meneduhkan juga mengurangi biaya membuat tempat parkir beton.
Hijau teduh ditempat ibadah kita. Semoga oksigennya, naungan teduhnya, hawa dinginnya, pemandangan indahnya dan manfaat kejiwaan yang tumbuh karenanya menjadi amal jariyah bagi kita semua. Amin
Bernaung di bawahnya lah para ahli ibadah, sebelum dan sesudah sholat.
Bersenda gurau di bawahnya lah para pedagang sebelum dan sesudah anak sekolah beraktivitas.
Menikmati pelajaran lah para siswa.
Banyak dan banyak lagi yang bisa dimanfaatkan dengan adanya suasana teduh. Hawa dingin pepohonan akan masuk dan menyenangkan jamaah. Bila ruangan masjid ber AC maka keberadaan pepohonan rindang akan membuat perubahan iklim dari teriknya jalan raya ke dinginnya masjid menjadi lebih baik, tidak terlalu ekstrim.
Banyak bentuk pepohonan yang bisa dibuat agar naungan teduhnya sejalan dengan cantiknya bangunan. Tempat parkir bisa dibuat dari jejeran pepohonan sehingga selain meneduhkan juga mengurangi biaya membuat tempat parkir beton.
Hijau teduh ditempat ibadah kita. Semoga oksigennya, naungan teduhnya, hawa dinginnya, pemandangan indahnya dan manfaat kejiwaan yang tumbuh karenanya menjadi amal jariyah bagi kita semua. Amin
Senin, 17 Mei 2010
EMBUN
hal yang paling ditunggu oleh penikmat pagi adalah embun
merayap disudut jalan, melekat di ujung-ujung dedaunan, dan memperjelas gambar sarang laba-laba
embun menidurkan jangkrik dan membangunkan katak
embun membersihkan udara
pagi adalah daun dan embun
adalah kesegaran dan kesehatan
biarkan daun memanggil embun
dan membawa kesegaran sepanjang hari
merayap disudut jalan, melekat di ujung-ujung dedaunan, dan memperjelas gambar sarang laba-laba
embun menidurkan jangkrik dan membangunkan katak
embun membersihkan udara
pagi adalah daun dan embun
adalah kesegaran dan kesehatan
biarkan daun memanggil embun
dan membawa kesegaran sepanjang hari
Minggu, 16 Mei 2010
hijaukan kampus kita pak dekan, please !
setiap hari saya melintas, nongkrong dan berkontemplasi di rumah kedua kita.
setiap hari saya menghirup udara segar dengan nafas panjang.
setiap hari pula saya menikmati kicauan burung, lompatan tupai dan lambaian daun.
kampus kita masih hijau, namun tak seperti dulu.
jelas saya bukan ingin menghancurkan bangunan-bangunan baru itu.
saya hanya ingin suasana hijaunya tetap terasa dengan lekat.
ketika pejalan kaki dan pengendara motor tak kepanasan di siang hari.
ketika mahasiswa diruangan tak perlu berkipas-kipas saat kuliah.
ketika kantor fakultas dan jurusan tak perlu ac sebagai pendingin suasana.
hijaukan kampus kita lagi pak dekan.
dengan pepohonan rindang disamping jendela.
dengan peneduh di pinggir jalan.
dan yang menaungi parkiran kendaraan.
pak dekan, bapak lebih pintar untuk membuat hijau yang benar-benar bermanfaat.
bukan hijau dengan bunga kecil atau pohon besar yang jarang-jarang.
pak dekan, keluar lah dari ruang sering-sering. berjalan di luar, dihalaman kampus dan parkiran.
ketika bapak merasakan, maka bapak pasti bisa membayangkan...
bagaimana caranya agar tak kepanasan, mendapat angin segar, dan menikmati binatang-binatang.
setiap hari saya menghirup udara segar dengan nafas panjang.
setiap hari pula saya menikmati kicauan burung, lompatan tupai dan lambaian daun.
kampus kita masih hijau, namun tak seperti dulu.
jelas saya bukan ingin menghancurkan bangunan-bangunan baru itu.
saya hanya ingin suasana hijaunya tetap terasa dengan lekat.
ketika pejalan kaki dan pengendara motor tak kepanasan di siang hari.
ketika mahasiswa diruangan tak perlu berkipas-kipas saat kuliah.
ketika kantor fakultas dan jurusan tak perlu ac sebagai pendingin suasana.
hijaukan kampus kita lagi pak dekan.
dengan pepohonan rindang disamping jendela.
dengan peneduh di pinggir jalan.
dan yang menaungi parkiran kendaraan.
pak dekan, bapak lebih pintar untuk membuat hijau yang benar-benar bermanfaat.
bukan hijau dengan bunga kecil atau pohon besar yang jarang-jarang.
pak dekan, keluar lah dari ruang sering-sering. berjalan di luar, dihalaman kampus dan parkiran.
ketika bapak merasakan, maka bapak pasti bisa membayangkan...
bagaimana caranya agar tak kepanasan, mendapat angin segar, dan menikmati binatang-binatang.
Sabtu, 15 Mei 2010
PEPOHONAN siang dan malam
malam telah sepi dan gelap
pepohonan menyerap oksigen, seperti halnya manusia
ketika pagi telah mendatangkan sinar mentari yang hangat
pepohonan menyebarkan oksigen tuk manusia dan hewan-hewan
keseimbangan adalah kunci ketenangan
keseimbangan antara hijau pepohonan dan cerah mentari
keseimbangan antara oksigen dan karbon
keseimbangan antara ruang terbuka dan beton-beton
malam telah sepi dan gelap
pepohonan telah mempercantik pemandangan
pepohonan menyerap oksigen, seperti halnya manusia
ketika pagi telah mendatangkan sinar mentari yang hangat
pepohonan menyebarkan oksigen tuk manusia dan hewan-hewan
keseimbangan adalah kunci ketenangan
keseimbangan antara hijau pepohonan dan cerah mentari
keseimbangan antara oksigen dan karbon
keseimbangan antara ruang terbuka dan beton-beton
malam telah sepi dan gelap
pepohonan telah mempercantik pemandangan
Jumat, 14 Mei 2010
SEMOGA HIJAU SETERUSNYA
tiap pagi kuhirup udara dingin pepohonan
akan begitu seterusnya
tiap ada kesempatan akan kupandangi pepohonan menyegarkan
akan begitu seterusnya
tiap hari akan kubayangkan desa dan kota yang hijau teduh
akan begitu seterusnya
tiap bertemu teman dan rekan akan kusampaikan nikmatnya suasana rindang
akan begitu seterusnya
semoga
akan begitu seterusnya
tiap ada kesempatan akan kupandangi pepohonan menyegarkan
akan begitu seterusnya
tiap hari akan kubayangkan desa dan kota yang hijau teduh
akan begitu seterusnya
tiap bertemu teman dan rekan akan kusampaikan nikmatnya suasana rindang
akan begitu seterusnya
semoga
Rabu, 12 Mei 2010
semangat HIJAU
TETAPLAH semangat untuk menghijaukan sekeliling
menghijaukan kantor dan sekolah
menghijaukan pinggir jalan
menghijaukan lahan kosong
konsistensi lebih baik dari selebrasi sesaat
TETAPLAH menghijaukan SETIAP HARI
menghijaukan kantor dan sekolah
menghijaukan pinggir jalan
menghijaukan lahan kosong
konsistensi lebih baik dari selebrasi sesaat
TETAPLAH menghijaukan SETIAP HARI
Minggu, 09 Mei 2010
BERSYUKURLAH…. MASIH ADA HIJAU
Bersyukurlah hujan masih datang
Jauh lebih baik daripada musim kemarau yang terik
Bersyukurlah tanaman masih mau tumbuh dan menarik serangga serta burung-burung
Jauh lebih alami daripada komplek beton yang sepi dari daya hidup
Bersyukurlah masih ada yang mau menanam
Karena niat yang tulus untuk menghijaukan bumi ini
Berawal dari satu dan seribu bibit
Dilakukan dengan kesadaran maupun mengikuti trend
Bisa berasal dari Saya, Anda, Dia, Mereka, Kalian dan Kita Semua
Bersyukurlah Tuhan masih mengijinkan kita untuk menghijaukan
Jauh lebih baik daripada musim kemarau yang terik
Bersyukurlah tanaman masih mau tumbuh dan menarik serangga serta burung-burung
Jauh lebih alami daripada komplek beton yang sepi dari daya hidup
Bersyukurlah masih ada yang mau menanam
Karena niat yang tulus untuk menghijaukan bumi ini
Berawal dari satu dan seribu bibit
Dilakukan dengan kesadaran maupun mengikuti trend
Bisa berasal dari Saya, Anda, Dia, Mereka, Kalian dan Kita Semua
Bersyukurlah Tuhan masih mengijinkan kita untuk menghijaukan
Rabu, 05 Mei 2010
YBM Dorong Penyelamatan HL Nunukan
(sumber:www.tribunkaltim.co.id)
NUNUKAN - Proses hukum yang saat ini sedang berjalan di kepolisian, Yayasan Bersatu Mandiri (YBM) justru berencana melakukan deklarasi penyelamatan Hutan Lindung Pulau Nunukan (HLPN). Upaya itu dinilai perlu dilakukan, untuk memperbaiki kawasan HLPN yang kini kondisinya rusak parah.
"Kita hargai proses hukum yang kini sedang berjalan di kepolisian. Biarlah polisi menyelidiki pelanggaran kehutanan maupun dugaan korupsi terkait proyek pembangunan jalan di HLPN. Namun kami lebih melihat pada persoalan, hutan ini sebagai kawasan penyanggah, sebagai penyedia air bagi warga Nunukan. Ini harus diselamatkan," ujar Ketua YBM, Syafaruddin Thalib.
Ia berencana mengumpulkan aktivis LSM, praktisi lingkungan, pelajar, mahasiswa, DPRD maupun Pemkab Nunukan, pengusaha serta warga di sekitar kawasan HLPN untuk duduk urun rembug, membicarakan upaya penyelamatan kawasan konservasi tersebut.
"Kami coba mendeklarasikan penyelamatan HLPN. Deklarasi ini menjadi awal pijakan kami untuk melakukan tindakan yang lebih jauh," ujarnya.
Pada pertemuan yang akan diadakan dalam waktu dekat ini, pihaknya juga menghadirkan kalangan akademisi maupun praktisi lingkungan untuk memberikan konsep mengenai upaya yang harus dilakukan untuk memperbaiki kawasan hutan yang rusak.
"Penyelamatan kawasan Hutan Lindung Sungai Wain (HLSW) di Balikpapan diawali dengan komitmen semua pihak. Itupun harus kita lakukan di Nunukan. Nanti kita akan bicara, siapa yang harus mengelola kawasan tersebut, bagaimana dengan pendanaannya, dan bagaimana keterlibatan masyarakat yang sudah lama berada di kawasan tersebut sebelum penunjukan kawasan HLPN" ujarnya.
Praktisi konservasi lingkungan Ishak Yassir mengatakan Dinas Kehutanan Nunukan harus berperan lebih, untuk memperbaiki kawasan HLPN. Caranya, meningkatkan kepedulian dan tanggung jawab Dinas Kehutanan dan Perkebunan terhadap kawasan tersebut.
"Untuk warga yang bermukim di kawasan hutan lindung, mereka harus diajak dan diberdayakan. Paradigma baru kan, jangan batasi hutan dengan pagar tapi dengan mangkok. Yang terpenting mengelola dan menjaga kawasan tersebut," ujarnya.
Perlu pemantapan zona di kawasan HLPN, yang dibagi menjadi zona inti, zona pemanfaatan dan zona penyanggah. Kawasan yang sudah dihuni masyarakat masih memungkinkan dijadikan sebagai zona pemanfaatan.
Dalam persoalan ini, komitmen Pemkab Nunukan sangat diperlukan. Sebab pembiayaan pengelolaan kawasan HLPN pastinya akan menggunakan dana APBD.
NUNUKAN - Proses hukum yang saat ini sedang berjalan di kepolisian, Yayasan Bersatu Mandiri (YBM) justru berencana melakukan deklarasi penyelamatan Hutan Lindung Pulau Nunukan (HLPN). Upaya itu dinilai perlu dilakukan, untuk memperbaiki kawasan HLPN yang kini kondisinya rusak parah.
"Kita hargai proses hukum yang kini sedang berjalan di kepolisian. Biarlah polisi menyelidiki pelanggaran kehutanan maupun dugaan korupsi terkait proyek pembangunan jalan di HLPN. Namun kami lebih melihat pada persoalan, hutan ini sebagai kawasan penyanggah, sebagai penyedia air bagi warga Nunukan. Ini harus diselamatkan," ujar Ketua YBM, Syafaruddin Thalib.
Ia berencana mengumpulkan aktivis LSM, praktisi lingkungan, pelajar, mahasiswa, DPRD maupun Pemkab Nunukan, pengusaha serta warga di sekitar kawasan HLPN untuk duduk urun rembug, membicarakan upaya penyelamatan kawasan konservasi tersebut.
"Kami coba mendeklarasikan penyelamatan HLPN. Deklarasi ini menjadi awal pijakan kami untuk melakukan tindakan yang lebih jauh," ujarnya.
Pada pertemuan yang akan diadakan dalam waktu dekat ini, pihaknya juga menghadirkan kalangan akademisi maupun praktisi lingkungan untuk memberikan konsep mengenai upaya yang harus dilakukan untuk memperbaiki kawasan hutan yang rusak.
"Penyelamatan kawasan Hutan Lindung Sungai Wain (HLSW) di Balikpapan diawali dengan komitmen semua pihak. Itupun harus kita lakukan di Nunukan. Nanti kita akan bicara, siapa yang harus mengelola kawasan tersebut, bagaimana dengan pendanaannya, dan bagaimana keterlibatan masyarakat yang sudah lama berada di kawasan tersebut sebelum penunjukan kawasan HLPN" ujarnya.
Praktisi konservasi lingkungan Ishak Yassir mengatakan Dinas Kehutanan Nunukan harus berperan lebih, untuk memperbaiki kawasan HLPN. Caranya, meningkatkan kepedulian dan tanggung jawab Dinas Kehutanan dan Perkebunan terhadap kawasan tersebut.
"Untuk warga yang bermukim di kawasan hutan lindung, mereka harus diajak dan diberdayakan. Paradigma baru kan, jangan batasi hutan dengan pagar tapi dengan mangkok. Yang terpenting mengelola dan menjaga kawasan tersebut," ujarnya.
Perlu pemantapan zona di kawasan HLPN, yang dibagi menjadi zona inti, zona pemanfaatan dan zona penyanggah. Kawasan yang sudah dihuni masyarakat masih memungkinkan dijadikan sebagai zona pemanfaatan.
Dalam persoalan ini, komitmen Pemkab Nunukan sangat diperlukan. Sebab pembiayaan pengelolaan kawasan HLPN pastinya akan menggunakan dana APBD.
Senin, 03 Mei 2010
TERIMA KASIH tanaman pagi
ketika shubuh, tanaman pagi merajut hiasan alam bersama embun dan diam
ketika matahari datang dari kejauhan, tanaman pagi bercanda dengan burung-burung
ketika pagi benar-benar datang, tanaman pagi menaungi warga yang bersekolah
tanaman pagi adalah kumpulan dedaunan,ilalang dan dahan
adalah wujud kasih sayang Tuhan
adalah teman bagi pujangga dan orang yang berdoa
tanaman pagi adalah pertanda... hari masih akan ceria
Mas Catur, FreshGreenClub...
terima kasih
ketika matahari datang dari kejauhan, tanaman pagi bercanda dengan burung-burung
ketika pagi benar-benar datang, tanaman pagi menaungi warga yang bersekolah
tanaman pagi adalah kumpulan dedaunan,ilalang dan dahan
adalah wujud kasih sayang Tuhan
adalah teman bagi pujangga dan orang yang berdoa
tanaman pagi adalah pertanda... hari masih akan ceria
Mas Catur, FreshGreenClub...
terima kasih
Sabtu, 01 Mei 2010
TANAMAN PENEDUH
Cuaca yang semakin panas bertambah gerah dengan betonisasi kota. Solusi pendingin ruangan hanya berlaku saat kerja diluar ruangan dan sekaligus dapat merusak kesehatan. Inilah saat yang tepat untuk menghadirkan pohon peneduh disegala tempat.
1.Milikilah pohon peneduh di setiap rumah. Milikilah pohon peneduh disetiap halaman apapun.
2.Perbanyaklah taman peneduh di kota. Istilah kerennya hutan kota. Karena suplai oksigen yang banyak baik bagi masyarakat. Air tanah yang bayak juga akan hadir ditaman penuh pepohonan. Selamatkan gunung-gunung dengan pepohonan. Pemerintah kota perlu membeli sebanyak-banyaknya areal penyejuk dan pengaman kota dari banjir dan longsor.
3.Mulai banyak atap peneduh kendaraan (car port) yang menggunakan tanaman merambat. Betapa leganya mobil serta penumpang yang ada di bawahnya. Hawa menjadi sejuk dan segar. Tak perlu lubang tanah yang besar untuk menghadirkan hijaunya dedaunan di udara.
4.Kemudian, tempat parker di depan gedung perkantoran, mall atau rumah makan juga sangat baik jika diberi pepohonan peneduh. Hijau, cantik, teduh, dan segar. Ingatlah, keberadaatanaman hijau yang menaungi sangat baik bagi kesehatan kulit, pernafasan serta ketenangan pikiran.
5.Lalu, lubangi tengah atau pinggir trotoar, dan tanamlah pepohonan. Jangan ragu melobangi dua tiga paving block demi tanaman peneduh. Orang yang berjalan kaki malah lebih senang karena tetap bisa berjalan pada siang hari. Kalau perlu, setiap 3 meter diberi tanaman peneduh.
6.TAMAN. Baik dipenuhi dengan bunga merah kuning hijau biru ungu dan abu-abu. Namun jauh lebih baik jika banyak pepohonannya. Pandangan mata pada warna-warni bunga akan lebih baik jika dalam suasana teduh.
7.PINGGIR DAN TENGAH JALAN. Perbanyaklah pohon peneduh.
8.LAMPU LALU LINTAS. Perlu pemikiran yang kreatif dari kita untuk menghadirkan suasana teduh dan sejuk saat semua kendaraan berhenti menunggu lampu hijau menyala. Agar bunyi klakson dan makian supir bisa berkurang. Bahkan mungkin bisa saling menyapa dan tertawa di sekitar traffic light.
Tips dari Mas Catur
Fresh Green Club… Terima Kasih
1.Milikilah pohon peneduh di setiap rumah. Milikilah pohon peneduh disetiap halaman apapun.
2.Perbanyaklah taman peneduh di kota. Istilah kerennya hutan kota. Karena suplai oksigen yang banyak baik bagi masyarakat. Air tanah yang bayak juga akan hadir ditaman penuh pepohonan. Selamatkan gunung-gunung dengan pepohonan. Pemerintah kota perlu membeli sebanyak-banyaknya areal penyejuk dan pengaman kota dari banjir dan longsor.
3.Mulai banyak atap peneduh kendaraan (car port) yang menggunakan tanaman merambat. Betapa leganya mobil serta penumpang yang ada di bawahnya. Hawa menjadi sejuk dan segar. Tak perlu lubang tanah yang besar untuk menghadirkan hijaunya dedaunan di udara.
4.Kemudian, tempat parker di depan gedung perkantoran, mall atau rumah makan juga sangat baik jika diberi pepohonan peneduh. Hijau, cantik, teduh, dan segar. Ingatlah, keberadaatanaman hijau yang menaungi sangat baik bagi kesehatan kulit, pernafasan serta ketenangan pikiran.
5.Lalu, lubangi tengah atau pinggir trotoar, dan tanamlah pepohonan. Jangan ragu melobangi dua tiga paving block demi tanaman peneduh. Orang yang berjalan kaki malah lebih senang karena tetap bisa berjalan pada siang hari. Kalau perlu, setiap 3 meter diberi tanaman peneduh.
6.TAMAN. Baik dipenuhi dengan bunga merah kuning hijau biru ungu dan abu-abu. Namun jauh lebih baik jika banyak pepohonannya. Pandangan mata pada warna-warni bunga akan lebih baik jika dalam suasana teduh.
7.PINGGIR DAN TENGAH JALAN. Perbanyaklah pohon peneduh.
8.LAMPU LALU LINTAS. Perlu pemikiran yang kreatif dari kita untuk menghadirkan suasana teduh dan sejuk saat semua kendaraan berhenti menunggu lampu hijau menyala. Agar bunyi klakson dan makian supir bisa berkurang. Bahkan mungkin bisa saling menyapa dan tertawa di sekitar traffic light.
Tips dari Mas Catur
Fresh Green Club… Terima Kasih
Jumat, 30 April 2010
Teduhkan, Teduhkan, Teduhkan
Semakin banyak rumah-rumah yang cantik dengan bunga warna-warni. Semakin cantik bangunan kantor dan jembatan. Taman-taman kota pun tak kalah menarik.
Dan saya sangat-sangat meminta: TEDUHKAN
Kita memerlukan suasana teduh dengan pepohonan.
PARKIRAN YANG TEDUH
HALAMAN DEPAN RUMAH YANG TEDUH
JALANAN YANG TEDUH
KANTOR YANG TEDUH
Kita memerlukan pepohonan besar dengan tajuk lebar. Untuk memberi keteduhan di iklim tropis Indonesia yang semakin panas menyengat.
Dengan POHON PENEDUH……. Bukan beton
Dan saya sangat-sangat meminta: TEDUHKAN
Kita memerlukan suasana teduh dengan pepohonan.
PARKIRAN YANG TEDUH
HALAMAN DEPAN RUMAH YANG TEDUH
JALANAN YANG TEDUH
KANTOR YANG TEDUH
Kita memerlukan pepohonan besar dengan tajuk lebar. Untuk memberi keteduhan di iklim tropis Indonesia yang semakin panas menyengat.
Dengan POHON PENEDUH……. Bukan beton
Minggu, 25 April 2010
Biji
Musim kemarau sudah lewat. Hujan mengguyur dan dedaunan yang kemarin menguning berangsur hijau. Disaat inilah biji menampakkan sayapnya, calon batang yang berarti juga sebuah kehidupan baru.
Negeri kita penuh dengan biji pepohonan. Yang siap tumbuh dan menaungi. Juga yang berserakan dan mati. Dan yang tak termanfaatkan. Biji begitu gampang untuk didapatkan. Dan jika kita mau sedikit berniat baik maka lemparkanlah biji-biji yang bertebaran itu kesemak-semak penuh rumput atau lahan kosong.
Biji-biji yang berada di atas tanah tidak akan mati. Mereka punya cukup nutrisi untuk bertahan hidup saat panas melanda dan siap untuk menumbuhkan daun, batang dan akarnya saat hujan beberapa kali mengguyur. Biji-biji baik untuk meneduhkan lahan. Yang membuat iklim mikro menjadi lebih baik dan masa depan kehidupan menjadi lebih berkualitas.
Secara sadar atau tidak kita berterima kasih pada orang-orang atau situasi yang membuat motor kita ternaungi dengan pepohonan. Lihat saja tempat parkir beratap seng yang jarang didatangi kendaraan. Masih jauh lebih nyaman berada di bawah naungan pohon yang pasti menimbulkan suasana sejuk. Semua akibat biji. Karena biji.
Di kota kita sangat-sangat banyak biji yang berserakan. Kumpulkan dan sebarkanlah. Biarkan alam yang kemudian menjalankan tugas untuk menumbuhkannya diwaktu yang tepat.
sebuah tips dari Mas Catur, Fresh Green Club
Terima Kasih
Negeri kita penuh dengan biji pepohonan. Yang siap tumbuh dan menaungi. Juga yang berserakan dan mati. Dan yang tak termanfaatkan. Biji begitu gampang untuk didapatkan. Dan jika kita mau sedikit berniat baik maka lemparkanlah biji-biji yang bertebaran itu kesemak-semak penuh rumput atau lahan kosong.
Biji-biji yang berada di atas tanah tidak akan mati. Mereka punya cukup nutrisi untuk bertahan hidup saat panas melanda dan siap untuk menumbuhkan daun, batang dan akarnya saat hujan beberapa kali mengguyur. Biji-biji baik untuk meneduhkan lahan. Yang membuat iklim mikro menjadi lebih baik dan masa depan kehidupan menjadi lebih berkualitas.
Secara sadar atau tidak kita berterima kasih pada orang-orang atau situasi yang membuat motor kita ternaungi dengan pepohonan. Lihat saja tempat parkir beratap seng yang jarang didatangi kendaraan. Masih jauh lebih nyaman berada di bawah naungan pohon yang pasti menimbulkan suasana sejuk. Semua akibat biji. Karena biji.
Di kota kita sangat-sangat banyak biji yang berserakan. Kumpulkan dan sebarkanlah. Biarkan alam yang kemudian menjalankan tugas untuk menumbuhkannya diwaktu yang tepat.
sebuah tips dari Mas Catur, Fresh Green Club
Terima Kasih
Jumat, 23 April 2010
HILANGKAN ILALANG dengan NAUNGAN
Setiap waktu, setiap minggu, setiap bulan dan seterusnya selalu saja dikeluarkan sejumlah biaya untuk merapikan halaman rumah atau gedung. Seratus atau beberapa ratus ribu itu dikeluarkan untuk memotong rumput yang sudah semakin meninggi dan merusak suasana. Memotong rumput yang mengganggu pemandangan dan menjadi sarang nyamuk.
Aktivitas itu sangat diwajarkan karena paparan sinar matahari yang langsung sampai ke tanah dan membangkitkan biji-biji tumbuhan untuk bernafas, makan dan berkembang. Mereka berlomba menggapai matahari, berdoa dan mencari sinarnya untuk membakar suapan material mentah bahan makanan dari tanah dan udara. Siapa yang lebih dulu meninggi dialah pemenang dari kehidupan dilingkungannya.
Disetiap awal dari sebuah paparan lahan yang terbuka, rumputlah pemenangnya. Selalu. Karena mereka cepat tumbuh dan memiliki akar penghisap bahan makan yang merambat panjang. Rerumputan yang jarang tumbuh di hutan alam primer. Generasi yang selalu dorman dibawah naungan pepohonan rindang. Dan kita bisa membuatnya selalu kerdil dikampus kita. Agar hemat biaya potong, teduh suasana kampus, dan segar pikiran manusia yang menuntut ilmu.
Pekarangan kantor kita lumayan banyak dan bisa menjanjikan keteduhan bagi banyak pihak. Keteduhan yang kita perlukan untuk menyegarkan pikiran. Membuat bangku atau lesehan untuk tempat diskusi dibawah naungan.
Banyak tanaman yang bisa dibiakkan untuk meneduhkan. Ada yang perlu dipelihara dari gangguan rumbut pada waktu kecil. Ada juga yang sanggup memenangkan persaingan dengan ilalang walau masih kecil. Tujuannya jelas, membuat teduh dan menghilangkan rumput dalam jangka panjang secara alami.
Entah dosen mana yang mau membiasakan untuk berdiskusi diruang terbuka kampus kita. Atau kelompok-kelompok eksekutif yang memerlukan wadah berkumpul di pinggir kantor. Masih banyak tempat. Di depan gedung itu, dibelakang ruangan ibadah dan disamping kantin sana. Memang belum sampai ada ulama yang membuat fatwa berpahala bagi yang meneduhkan tempat kerja, tapi setidaknya niatan baik kita untuk menyegarkan kota semoga bisa menenangkan jiwa yang lainnya.
Dibumi ini rumput tidak akan menjadi mahluk langka karena dihalangi tumbuhnya.
sebuah tips dari Mas Catur, Fresh Green Club
Terima Kasih
Aktivitas itu sangat diwajarkan karena paparan sinar matahari yang langsung sampai ke tanah dan membangkitkan biji-biji tumbuhan untuk bernafas, makan dan berkembang. Mereka berlomba menggapai matahari, berdoa dan mencari sinarnya untuk membakar suapan material mentah bahan makanan dari tanah dan udara. Siapa yang lebih dulu meninggi dialah pemenang dari kehidupan dilingkungannya.
Disetiap awal dari sebuah paparan lahan yang terbuka, rumputlah pemenangnya. Selalu. Karena mereka cepat tumbuh dan memiliki akar penghisap bahan makan yang merambat panjang. Rerumputan yang jarang tumbuh di hutan alam primer. Generasi yang selalu dorman dibawah naungan pepohonan rindang. Dan kita bisa membuatnya selalu kerdil dikampus kita. Agar hemat biaya potong, teduh suasana kampus, dan segar pikiran manusia yang menuntut ilmu.
Pekarangan kantor kita lumayan banyak dan bisa menjanjikan keteduhan bagi banyak pihak. Keteduhan yang kita perlukan untuk menyegarkan pikiran. Membuat bangku atau lesehan untuk tempat diskusi dibawah naungan.
Banyak tanaman yang bisa dibiakkan untuk meneduhkan. Ada yang perlu dipelihara dari gangguan rumbut pada waktu kecil. Ada juga yang sanggup memenangkan persaingan dengan ilalang walau masih kecil. Tujuannya jelas, membuat teduh dan menghilangkan rumput dalam jangka panjang secara alami.
Entah dosen mana yang mau membiasakan untuk berdiskusi diruang terbuka kampus kita. Atau kelompok-kelompok eksekutif yang memerlukan wadah berkumpul di pinggir kantor. Masih banyak tempat. Di depan gedung itu, dibelakang ruangan ibadah dan disamping kantin sana. Memang belum sampai ada ulama yang membuat fatwa berpahala bagi yang meneduhkan tempat kerja, tapi setidaknya niatan baik kita untuk menyegarkan kota semoga bisa menenangkan jiwa yang lainnya.
Dibumi ini rumput tidak akan menjadi mahluk langka karena dihalangi tumbuhnya.
sebuah tips dari Mas Catur, Fresh Green Club
Terima Kasih
Senin, 19 April 2010
Trotoar Rindang
Belajar dari Kota Jogja…
Kota ini cukup panas dan kurang aliran udara. Entah apa sebabnya, sulit mencari sepoy sepoy angin. Namun begitu yang sangat baik dimiliki adalah adanya trotoar-trotoar yang “diusahakan” rindang. Banyak jalanan disini yang memiliki trotoar dengan pepohonan rindang dikiri kanannya. Dibeberapa tempat bahkan juga ada pohon di tengah trotoar.
Hal ini sangat tidak menjadi masalah karena pengguna trotoar adalah pejalan kaki dan pesepeda yang notabene tidak memiliki atap dan AC untuk mengamankan tubuhnya. Pohon rindang adalah atap sekaligus udara penyejuk bagi pengguna trotoar, bahkan lebih sehat dibanding AC beneran.
Kampanye memperbanyak pohon peneduh perlu dilakukan agar pimpinan-pimpinan institusi sadar pentingnya kesegaran psikologis dan raga bagi anak buahnya. Kampanye ini juga penting bagi warga pemilik rumah agar para tamu senang datang, memuji, dan meniru hal baik dari tuan rumah.
Kampanye ini baik bagi pasar dan mall yang penuh manusia, traffic light yang berpotensi penuh klakson dan makian supir, pinggir sungai dan lereng gunung yang menyimpan air dan berpotensi longsor.
Mulailah dari trotoar rindang... seperti di Jogja.
Info dan Tips dari Mas Catur
Fresh Green Club… Terima Kasih
Langganan:
Postingan (Atom)