Selasa, 08 Juni 2010

Kebun Sawit Dinilai Merusak Lingkungan

Kebun sawit yang menjamur di Sumatera dan Kalimantan dinilai merusak lingkungan walau mendatangkan banyak keuntungan finansial. Karena satu hektar hutan alam dapat menyerap sekitar satu juta meter kubik karbon, sedangkan kebun Sawit hanya mampu menyerap tiga ribu meter kubik karbon saja.

Indonesia merupakan tempat paling subur untuk kebun kelapa sawit. Selain itu, regulasi pemerintah juga mendukung tumbuh kembangnya industri-industri sawit.

Terlepas dari keuntungan finansial yang telah membuat sejumlah daerah di Indonesia makmur, kebun sawit juga telah mengakibatkan kerusakan lingkungan.

Jika satu hektar hutan alam dapat menyerap sekitar satu juta meter kubik karbon, maka satu hektar kebun Sawit hanya mampu menyerap sekitar tiga ribu meter kubik karbon.

Di Indonesia pembukaan lahan sawit dilakukan pada sebuah hutan alami, yang telah dibabat sebelumnya. Hal tersebut dapat dianggap sebagai pengkonversian lahan hutan menjadi kebun sawit.

Hal itu tentunya dapat dianggap lebih merusak lingkungan ketimbang ilegal loging, pasalnya lahan ilegal loging setelahnya dapat langsung ditanami pohon, tetapi tidak pada konversi lahan Sawit.

Berbagai macam produk turunan sawit telah membuat konsumen di Indonesia menjadi ketergantungan. Mulai dari obat-obatan, Shampoo hingga sabun.

(TRIBUNNEWS.com)

Tidak ada komentar: