(dari dialog hijauteduh.com di metro fm)
Dari dialog radio yang saya lakukan diketahui bahwa luasan hutan kita di Samarinda masih memenuhi syarat yang tepat yaitu 10% dari luasan kota. Hal ini merupakan peluang bagi pemerintah dan masyarakat kota untuk segera menetapkan areal-areal lain agar menjadi hutan kota. Selain itu perlu diketahui bahwa masih sekitar 60 sampai 70 persen luasan kota samarinda berupa hutan dan alang-alang. Kita bisa membuat sampai 20% hutan kota dengan kondisi ini.
Hutan kota penting bagi seluruh masyarakat. Kita perlu udara segar untuk lebih dari enam ratus ribu jiwa yang tinggal di kota ini. Kita perlu cuaca yang sejuk untuk aktivitas berusaha bersosial berkeluarga. Kita perlu pengaman air tanah dan pelindung dari cuaca ekstrim. Kita perlu pepohonan tempat burung-burung bernyanyi dan kupu-kupu yang mewarnai udara.
Hutan kota dapat juga dipergunakan sebagai areal rekreasi sepanjang tetap menghadirkan iklim mikro yang sejuk saat berada didalamnya.
Konsep hutan kota bertipe 'singapura' adalah konsep yang mengimpikan seluruh kota dengan segala bangunannya adalah juga hutan. Harus ada pepohonan di setiap halaman. Konsep hutan kota bertipe 'new york' membuat hutan menjadi terpusat ditengah kota atau tersebar sporadis diberbagai tempat. Samarinda mengikuti pola hutan new york. Saya sangat setuju hal tersebut agar sekaligus ada tempat bermain dialam yang cukup luas bagi warga. Dan saya lebih setuju lagi bila ada peraturan yang mengharuskan (atau diberi insentif) setiap ukuran tanah tertentu agar menghadirkan pohon besar dengan ukuran tajuk tertentu.
Kita perlu pepohonan di sekitar rumah. Kita perlu pepohonan untuk mengurangi pemakaian ac yang boros. Kita perlu pepohonan untuk melindungi motor dan mobil saat ditempat parkir. Kita juga perlu pepohonan di dekat traffic light untuk mengurangi polusi dan menjaga emosi saat berhenti agak lama.
Hutan kota kita perlu ada, sekitar tempat aktivitas kita juga perlu ada.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar