Selasa, 25 Mei 2010

sudah menjadi CITA CITA KU

sudah menjadi impianku untuk terus dan terus
menghijaukan sekeliling
menghijaukan alam ku
menyejukkan lingkungan ku

HIJAU adalah sebuah keberlanjutan hidup
yang belum dipahami banyak orang
TEDUH adalah keinginan
yang masih ditulis dalam omelan omelan

biarkan bumi berputar lambat dan cepat
semoga HIJAU dan TEDUH tercapai

Senin, 24 Mei 2010

Dendrophilly, upaya menghijaukan Yogyakarta

Oleh : Moh. Jauhar al-Hakimi *)

Penomoran pohon di Jl. KH Ahmad Dahlan Yogyakarta (doc. humanisma)
Berjalanlah di jalan K.H. Ahmad Dahlan dan cermati jajaran pohon angsana (Pterocarpus indicus) yang tumbuh di sepanjang jalan itu. Yang menarik adalah adanya penomoran pohon pada setiap tanaman. Meskipun terkesan sederhana, ide penomoran pohon menjadi penting ketika secara konkret dilakukan di tengah-tengah kota.
Di Jerman, pencatatan pohon hampir-hampir dilakukan selayaknya sensus pada setiap pohon sehingga tegakan yang ada dapat terdata. Hal yang sama di Indonesia sebenarnya regulasinya pun demikian, semisal peta pohon jati yang dilakukan pihak Perhutani. Namun dalam pelaksanaan serta pengawasannya kita sering kecolongan dengan maraknya illegal logging yang dampaknya dirasakan masyarakat banyak. Hal tersebut memang lebih terkait dengan budaya masyarakat serta belum tumbuhnya kesadaran di masyarakat akan pentingnya lingkungan yang lestari.
Dendrophilly adalah sebuah kecintaan atas kemanfaatan pohon bagi lingkungannya. P.K. Ojong, pemerhati lingkungan, yang pertama kali memopulerkan istilah dendrophilly di Indonesia. Dalam kunjungannya di sebuah negara Eropa ia mengungkapkan ketakjubannya pada deretan Lagerstomia (jenis yang sama banyak tumbuh di kampus UGM) yang sedang meng-ungu dan menjadi penanda di sepanjang bulevar tersebut pada waktu-waktu tertentu.
Pohon sawo kecik (Manilkara kauki) dan sawo manila (Acrhras zapota) sebenarnya bisa menjadi penanda bagi Yogyakarta selain beringin (Ficus sp.) tentunya yang tumbuh di dua alun-alun. Kedua jenis sawo tersebut telah lama tumbuh di lingkungan keraton Yogyakarta serta Pakualaman, maupun di sekitar rumah-rumah tua di Yogyakarta. Jika kita mencermati lebih lanjut, adanya tanaman sawo tersebut dapat membantu menyediakan sumber air bersih bagi keperluan sehari-hari. Di beberapa tempat (Yogyakarta dan Jawa Tengah), terutama bangunan masjid dan langgar lama/kuno, keberadaan pohon sawo sering berdampingan dengan sumur. Bagi orang-orang tua generasi 60 tahunan, menyebut nama sawo kecik, mereka akan selalu merujuk sebuah tempat: nDalem Mangkubumen. Upaya penanaman dan peremajaan tanaman sawo kecik telah dilakukan di beberapa tempat di Yogyakarta semisal ruas jalan Malioboro, benteng Vredeburg, kampus-kampus perguruan tinggi, serta Kantor Pos Besar.
Ada pesan moral yang ditanamkan orang tua kita yang mengeramatkan pada pohon-pohon tua tertentu yang justru sering kita menanggapinya secara logika semata. Kemampuan bertahan pohon tersebut sebenarnya indikasi awal adanya sumber air bagi lingkungan tersebut serta ada hubungan timbal balik antara tanaman tersebut dengan lingkungan tempat tumbuhnya. Indigenous local yang sederhana inilah yang sering kita tangkap sebagai hal-hal yang diluar logika.
Upaya menghijaukan Yogyakarta merupakan tanggungjawab bersama, semisal dengan membebaskan kawasan Malioboro beberapa saat dari asap kendaraan setiap Minggu pagi. Sebenarnya ini bisa diterapkan pada beberapa ruas jalan atau bisa pula ditambah durasinya. Dan langkah-langkah demikian selayaknya tidak terhenti pada slogan-slogan semata. Jika mengamati ruas jalan di Jalan Lingkar Utara beberapa ratus meter dari Terminal Jombor, pernah dicanangkan aksi penanaman pohon pembawa pesan antar generasi. Sayang ide cerdas itu seolah hanya tertanam di papan pengumuman di divider Jalan Lingkar dan sering luput dari perhatian mereka yang melewati dan membacanya.
Dengan penomoran pohon, sebenarnya Yogkatarta telah memulai satu langkah penting bagi penyelamatan lingkungan, setidaknya untuk satu pohon itu dan lingkungan tempat tumbuhnya.
*) Pegiat lingkungan, tinggal di Yogyakarta
Kompas, 27 Juni 2007

Sabtu, 22 Mei 2010

tantangan HIJAU

ketika aku lewat jalan-jalan besar kotaku yang panas
bermunculan pot besar dengan bibit pohon besar
senangnya hatiku

ketika aku lewati sisa pangkal pohon ditebang
dan kutahu dia ditebang karena ujungnya mengganggu kabel listrik
sedihnya aku

ketika ku tahu banyak teman-teman yang ikut kegiatan penghijauan
dan kutahu keinginan mereka sama
gembira jiwa ini

dan ketika ku tahu orang-orang belum peduli dengan suasana hijau
meski mereka mengeluh terus tentang panas dan panas
kecewanya aku

hijau teduh belum merasuk
dan masih perlu dukungan
karena masyarakat suka
meski belum peduli

Kamis, 20 Mei 2010

SekalI LagI


nikmati udara pagi yang tenang dan dingin
hirup dalam dalam kesegaran dari dedaunan dan pohon rindang

sekali lagi...

bersyukurlah bahwa kita masih menikmati suasana itu

Rabu, 19 Mei 2010

hijau MASJIDKU

sebagai sarana publik, masjid tentu perlu dibuat indah dan nyaman. Namun hal yang sering dilupakan oleh pengurus masjid adalah bahwa masjid perlu dibuat rindang. Masjid yang penuh dengan aktivitas ibadah adalah masjid yang benar-benar bermanfaat, bukan sekadar bangunannya saja yang cantik. Dengan pepohonan yang rindang membuat suasana hati di iklim tropis negeri ini menjadi sejuk.

Bernaung di bawahnya lah para ahli ibadah, sebelum dan sesudah sholat.
Bersenda gurau di bawahnya lah para pedagang sebelum dan sesudah anak sekolah beraktivitas.
Menikmati pelajaran lah para siswa.

Banyak dan banyak lagi yang bisa dimanfaatkan dengan adanya suasana teduh. Hawa dingin pepohonan akan masuk dan menyenangkan jamaah. Bila ruangan masjid ber AC maka keberadaan pepohonan rindang akan membuat perubahan iklim dari teriknya jalan raya ke dinginnya masjid menjadi lebih baik, tidak terlalu ekstrim.

Banyak bentuk pepohonan yang bisa dibuat agar naungan teduhnya sejalan dengan cantiknya bangunan. Tempat parkir bisa dibuat dari jejeran pepohonan sehingga selain meneduhkan juga mengurangi biaya membuat tempat parkir beton.

Hijau teduh ditempat ibadah kita. Semoga oksigennya, naungan teduhnya, hawa dinginnya, pemandangan indahnya dan manfaat kejiwaan yang tumbuh karenanya menjadi amal jariyah bagi kita semua. Amin

Senin, 17 Mei 2010

EMBUN

hal yang paling ditunggu oleh penikmat pagi adalah embun
merayap disudut jalan, melekat di ujung-ujung dedaunan, dan memperjelas gambar sarang laba-laba

embun menidurkan jangkrik dan membangunkan katak
embun membersihkan udara

pagi adalah daun dan embun
adalah kesegaran dan kesehatan

biarkan daun memanggil embun
dan membawa kesegaran sepanjang hari

Minggu, 16 Mei 2010

hijaukan kampus kita pak dekan, please !

setiap hari saya melintas, nongkrong dan berkontemplasi di rumah kedua kita.
setiap hari saya menghirup udara segar dengan nafas panjang.
setiap hari pula saya menikmati kicauan burung, lompatan tupai dan lambaian daun.

kampus kita masih hijau, namun tak seperti dulu.
jelas saya bukan ingin menghancurkan bangunan-bangunan baru itu.
saya hanya ingin suasana hijaunya tetap terasa dengan lekat.
ketika pejalan kaki dan pengendara motor tak kepanasan di siang hari.
ketika mahasiswa diruangan tak perlu berkipas-kipas saat kuliah.
ketika kantor fakultas dan jurusan tak perlu ac sebagai pendingin suasana.

hijaukan kampus kita lagi pak dekan.
dengan pepohonan rindang disamping jendela.
dengan peneduh di pinggir jalan.
dan yang menaungi parkiran kendaraan.

pak dekan, bapak lebih pintar untuk membuat hijau yang benar-benar bermanfaat.
bukan hijau dengan bunga kecil atau pohon besar yang jarang-jarang.
pak dekan, keluar lah dari ruang sering-sering. berjalan di luar, dihalaman kampus dan parkiran.
ketika bapak merasakan, maka bapak pasti bisa membayangkan...
bagaimana caranya agar tak kepanasan, mendapat angin segar, dan menikmati binatang-binatang.

Sabtu, 15 Mei 2010

PEPOHONAN siang dan malam

malam telah sepi dan gelap
pepohonan menyerap oksigen, seperti halnya manusia

ketika pagi telah mendatangkan sinar mentari yang hangat
pepohonan menyebarkan oksigen tuk manusia dan hewan-hewan

keseimbangan adalah kunci ketenangan
keseimbangan antara hijau pepohonan dan cerah mentari
keseimbangan antara oksigen dan karbon
keseimbangan antara ruang terbuka dan beton-beton

malam telah sepi dan gelap
pepohonan telah mempercantik pemandangan

Jumat, 14 Mei 2010

SEMOGA HIJAU SETERUSNYA

tiap pagi kuhirup udara dingin pepohonan
akan begitu seterusnya

tiap ada kesempatan akan kupandangi pepohonan menyegarkan
akan begitu seterusnya

tiap hari akan kubayangkan desa dan kota yang hijau teduh
akan begitu seterusnya

tiap bertemu teman dan rekan akan kusampaikan nikmatnya suasana rindang
akan begitu seterusnya

semoga

Rabu, 12 Mei 2010

semangat HIJAU

TETAPLAH semangat untuk menghijaukan sekeliling
menghijaukan kantor dan sekolah
menghijaukan pinggir jalan
menghijaukan lahan kosong

konsistensi lebih baik dari selebrasi sesaat
TETAPLAH menghijaukan SETIAP HARI

Minggu, 09 Mei 2010

BERSYUKURLAH…. MASIH ADA HIJAU

Bersyukurlah hujan masih datang
Jauh lebih baik daripada musim kemarau yang terik

Bersyukurlah tanaman masih mau tumbuh dan menarik serangga serta burung-burung
Jauh lebih alami daripada komplek beton yang sepi dari daya hidup

Bersyukurlah masih ada yang mau menanam
Karena niat yang tulus untuk menghijaukan bumi ini
Berawal dari satu dan seribu bibit
Dilakukan dengan kesadaran maupun mengikuti trend
Bisa berasal dari Saya, Anda, Dia, Mereka, Kalian dan Kita Semua

Bersyukurlah Tuhan masih mengijinkan kita untuk menghijaukan

Rabu, 05 Mei 2010

YBM Dorong Penyelamatan HL Nunukan

(sumber:www.tribunkaltim.co.id)
NUNUKAN - Proses hukum yang saat ini sedang berjalan di kepolisian, Yayasan Bersatu Mandiri (YBM) justru berencana melakukan deklarasi penyelamatan Hutan Lindung Pulau Nunukan (HLPN). Upaya itu dinilai perlu dilakukan, untuk memperbaiki kawasan HLPN yang kini kondisinya rusak parah.

"Kita hargai proses hukum yang kini sedang berjalan di kepolisian. Biarlah polisi menyelidiki pelanggaran kehutanan maupun dugaan korupsi terkait proyek pembangunan jalan di HLPN. Namun kami lebih melihat pada persoalan, hutan ini sebagai kawasan penyanggah, sebagai penyedia air bagi warga Nunukan. Ini harus diselamatkan," ujar Ketua YBM, Syafaruddin Thalib.

Ia berencana mengumpulkan aktivis LSM, praktisi lingkungan, pelajar, mahasiswa, DPRD maupun Pemkab Nunukan, pengusaha serta warga di sekitar kawasan HLPN untuk duduk urun rembug, membicarakan upaya penyelamatan kawasan konservasi tersebut.

"Kami coba mendeklarasikan penyelamatan HLPN. Deklarasi ini menjadi awal pijakan kami untuk melakukan tindakan yang lebih jauh," ujarnya.

Pada pertemuan yang akan diadakan dalam waktu dekat ini, pihaknya juga menghadirkan kalangan akademisi maupun praktisi lingkungan untuk memberikan konsep mengenai upaya yang harus dilakukan untuk memperbaiki kawasan hutan yang rusak.

"Penyelamatan kawasan Hutan Lindung Sungai Wain (HLSW) di Balikpapan diawali dengan komitmen semua pihak. Itupun harus kita lakukan di Nunukan. Nanti kita akan bicara, siapa yang harus mengelola kawasan tersebut, bagaimana dengan pendanaannya, dan bagaimana keterlibatan masyarakat yang sudah lama berada di kawasan tersebut sebelum penunjukan kawasan HLPN" ujarnya.

Praktisi konservasi lingkungan Ishak Yassir mengatakan Dinas Kehutanan Nunukan harus berperan lebih, untuk memperbaiki kawasan HLPN. Caranya, meningkatkan kepedulian dan tanggung jawab Dinas Kehutanan dan Perkebunan terhadap kawasan tersebut.

"Untuk warga yang bermukim di kawasan hutan lindung, mereka harus diajak dan diberdayakan. Paradigma baru kan, jangan batasi hutan dengan pagar tapi dengan mangkok. Yang terpenting mengelola dan menjaga kawasan tersebut," ujarnya.

Perlu pemantapan zona di kawasan HLPN, yang dibagi menjadi zona inti, zona pemanfaatan dan zona penyanggah. Kawasan yang sudah dihuni masyarakat masih memungkinkan dijadikan sebagai zona pemanfaatan.

Dalam persoalan ini, komitmen Pemkab Nunukan sangat diperlukan. Sebab pembiayaan pengelolaan kawasan HLPN pastinya akan menggunakan dana APBD.

Senin, 03 Mei 2010

TERIMA KASIH tanaman pagi

ketika shubuh, tanaman pagi merajut hiasan alam bersama embun dan diam
ketika matahari datang dari kejauhan, tanaman pagi bercanda dengan burung-burung
ketika pagi benar-benar datang, tanaman pagi menaungi warga yang bersekolah

tanaman pagi adalah kumpulan dedaunan,ilalang dan dahan
adalah wujud kasih sayang Tuhan
adalah teman bagi pujangga dan orang yang berdoa
tanaman pagi adalah pertanda... hari masih akan ceria

Mas Catur, FreshGreenClub...
terima kasih

Sabtu, 01 Mei 2010

TANAMAN PENEDUH

Cuaca yang semakin panas bertambah gerah dengan betonisasi kota. Solusi pendingin ruangan hanya berlaku saat kerja diluar ruangan dan sekaligus dapat merusak kesehatan. Inilah saat yang tepat untuk menghadirkan pohon peneduh disegala tempat.
1.Milikilah pohon peneduh di setiap rumah. Milikilah pohon peneduh disetiap halaman apapun.
2.Perbanyaklah taman peneduh di kota. Istilah kerennya hutan kota. Karena suplai oksigen yang banyak baik bagi masyarakat. Air tanah yang bayak juga akan hadir ditaman penuh pepohonan. Selamatkan gunung-gunung dengan pepohonan. Pemerintah kota perlu membeli sebanyak-banyaknya areal penyejuk dan pengaman kota dari banjir dan longsor.
3.Mulai banyak atap peneduh kendaraan (car port) yang menggunakan tanaman merambat. Betapa leganya mobil serta penumpang yang ada di bawahnya. Hawa menjadi sejuk dan segar. Tak perlu lubang tanah yang besar untuk menghadirkan hijaunya dedaunan di udara.
4.Kemudian, tempat parker di depan gedung perkantoran, mall atau rumah makan juga sangat baik jika diberi pepohonan peneduh. Hijau, cantik, teduh, dan segar. Ingatlah, keberadaatanaman hijau yang menaungi sangat baik bagi kesehatan kulit, pernafasan serta ketenangan pikiran.
5.Lalu, lubangi tengah atau pinggir trotoar, dan tanamlah pepohonan. Jangan ragu melobangi dua tiga paving block demi tanaman peneduh. Orang yang berjalan kaki malah lebih senang karena tetap bisa berjalan pada siang hari. Kalau perlu, setiap 3 meter diberi tanaman peneduh.
6.TAMAN. Baik dipenuhi dengan bunga merah kuning hijau biru ungu dan abu-abu. Namun jauh lebih baik jika banyak pepohonannya. Pandangan mata pada warna-warni bunga akan lebih baik jika dalam suasana teduh.
7.PINGGIR DAN TENGAH JALAN. Perbanyaklah pohon peneduh.
8.LAMPU LALU LINTAS. Perlu pemikiran yang kreatif dari kita untuk menghadirkan suasana teduh dan sejuk saat semua kendaraan berhenti menunggu lampu hijau menyala. Agar bunyi klakson dan makian supir bisa berkurang. Bahkan mungkin bisa saling menyapa dan tertawa di sekitar traffic light.

Tips dari Mas Catur
Fresh Green Club… Terima Kasih