Definisi dan teknis pengembangan herbal semakin luas sejak awal dikenal.
‘herba’ yang berarti tumbuhan secara lebih khusus cenderung identik dengan tumbuhan semak atau perdu. Pengobatan yang berbasis tumbuhan secara sederhana dimulai oleh produk jamu-jamuan.
Herbal yang saat ini lebih dikenal sebagai pengobatan dari semua jenis tumbuhan telah sangat berkembang, termasuk definisinya. Teman saya Mas Hery Romadan, seorang HERBALIS, menjelaskan bahwa herbal adalah semua jenis obat yang diambil dari tumbuhan dan bahkan hewan yang berasal dari keseluruhan bagian-bagiannya (misalnya akar saja, batang saja, susu saja), bukan dari zat tertentu yang terkandung didalamnya.
Lebih jelasnya begini: jika akar temu lawak dijadikan obat maka yang diambil sebagai herbal adalah keseluruhan dari akar tersebut, bukan dari salah satu zat dalam akar. Kalau pengobatan kimia hanya akan mengambil salah satu atau salah dua zat yang terkandung dalam akar tersebut.
Mengapa ? karena pengobatan herbal memiliki pandangan bahwa sebuah bagian dari ciptaan Tuhan tersebut berfungsi untuk tidak hanya membunuh penyakit, namun juga menjaga keseimbangan tubuh tempat penyakit bersarang.
Lebih jelasnya lagi, mungkin kita pernah dengar, bahwa dalam setiap tumbuhan atau hewan beracun terdapat anti racun yang juga terdapat didalam tubuh mahluk tersebut. KESEIMBANGAN adalah prinsip yang dipakai dalam pengobatan herbal. Dalam akar yang berkhasiat selain memiliki zat yang berguna menghancurkan sakit namun juga terdapat zat lain yang membantu keseimbangan tubuh atau daya imun tubuh.
Ciri lain dari herbal ini adalah TIDAK PAKAI BAHAN PENGAWET.
Apakah semua tanaman bisa menjadi obat herbal, hery menjawab nanti (insyaallah) bisa. Dan untuk itu kita perlu memiliki tanaman dipekarangan yang berfungsi sebagai obat herbal. Tanaman Lombok dan bunga melati pun berguna sebagai obat.
Sehat, alami, ramah lingkungan. Silahkan cari literaturnya di toko buku.
(dari perbincangan di FRESHGREENCLUB – Radio Metro, 5 Juni 2010)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar