Minggu, 25 April 2010

Biji

Musim kemarau sudah lewat. Hujan mengguyur dan dedaunan yang kemarin menguning berangsur hijau. Disaat inilah biji menampakkan sayapnya, calon batang yang berarti juga sebuah kehidupan baru.

Negeri kita penuh dengan biji pepohonan. Yang siap tumbuh dan menaungi. Juga yang berserakan dan mati. Dan yang tak termanfaatkan. Biji begitu gampang untuk didapatkan. Dan jika kita mau sedikit berniat baik maka lemparkanlah biji-biji yang bertebaran itu kesemak-semak penuh rumput atau lahan kosong.

Biji-biji yang berada di atas tanah tidak akan mati. Mereka punya cukup nutrisi untuk bertahan hidup saat panas melanda dan siap untuk menumbuhkan daun, batang dan akarnya saat hujan beberapa kali mengguyur. Biji-biji baik untuk meneduhkan lahan. Yang membuat iklim mikro menjadi lebih baik dan masa depan kehidupan menjadi lebih berkualitas.

Secara sadar atau tidak kita berterima kasih pada orang-orang atau situasi yang membuat motor kita ternaungi dengan pepohonan. Lihat saja tempat parkir beratap seng yang jarang didatangi kendaraan. Masih jauh lebih nyaman berada di bawah naungan pohon yang pasti menimbulkan suasana sejuk. Semua akibat biji. Karena biji.

Di kota kita sangat-sangat banyak biji yang berserakan. Kumpulkan dan sebarkanlah. Biarkan alam yang kemudian menjalankan tugas untuk menumbuhkannya diwaktu yang tepat.

sebuah tips dari Mas Catur, Fresh Green Club
Terima Kasih

Tidak ada komentar: