Jumat, 23 April 2010

HILANGKAN ILALANG dengan NAUNGAN

Setiap waktu, setiap minggu, setiap bulan dan seterusnya selalu saja dikeluarkan sejumlah biaya untuk merapikan halaman rumah atau gedung. Seratus atau beberapa ratus ribu itu dikeluarkan untuk memotong rumput yang sudah semakin meninggi dan merusak suasana. Memotong rumput yang mengganggu pemandangan dan menjadi sarang nyamuk.
Aktivitas itu sangat diwajarkan karena paparan sinar matahari yang langsung sampai ke tanah dan membangkitkan biji-biji tumbuhan untuk bernafas, makan dan berkembang. Mereka berlomba menggapai matahari, berdoa dan mencari sinarnya untuk membakar suapan material mentah bahan makanan dari tanah dan udara. Siapa yang lebih dulu meninggi dialah pemenang dari kehidupan dilingkungannya.
Disetiap awal dari sebuah paparan lahan yang terbuka, rumputlah pemenangnya. Selalu. Karena mereka cepat tumbuh dan memiliki akar penghisap bahan makan yang merambat panjang. Rerumputan yang jarang tumbuh di hutan alam primer. Generasi yang selalu dorman dibawah naungan pepohonan rindang. Dan kita bisa membuatnya selalu kerdil dikampus kita. Agar hemat biaya potong, teduh suasana kampus, dan segar pikiran manusia yang menuntut ilmu.
Pekarangan kantor kita lumayan banyak dan bisa menjanjikan keteduhan bagi banyak pihak. Keteduhan yang kita perlukan untuk menyegarkan pikiran. Membuat bangku atau lesehan untuk tempat diskusi dibawah naungan.
Banyak tanaman yang bisa dibiakkan untuk meneduhkan. Ada yang perlu dipelihara dari gangguan rumbut pada waktu kecil. Ada juga yang sanggup memenangkan persaingan dengan ilalang walau masih kecil. Tujuannya jelas, membuat teduh dan menghilangkan rumput dalam jangka panjang secara alami.
Entah dosen mana yang mau membiasakan untuk berdiskusi diruang terbuka kampus kita. Atau kelompok-kelompok eksekutif yang memerlukan wadah berkumpul di pinggir kantor. Masih banyak tempat. Di depan gedung itu, dibelakang ruangan ibadah dan disamping kantin sana. Memang belum sampai ada ulama yang membuat fatwa berpahala bagi yang meneduhkan tempat kerja, tapi setidaknya niatan baik kita untuk menyegarkan kota semoga bisa menenangkan jiwa yang lainnya.
Dibumi ini rumput tidak akan menjadi mahluk langka karena dihalangi tumbuhnya.

sebuah tips dari Mas Catur, Fresh Green Club
Terima Kasih

Tidak ada komentar: