Minggu, 08 Agustus 2010

PUNCAK SAMARINDA

Selalu kusebut istilah itu… dan semoga suatu saat masyarakat umum menyatakan hal yang serupa. Dari sini pemandangan kota terlihat, bahkan hingga ke Sungai Mahakam yang nun jauh di bawah sana.

Wilayah ini adalah gunung dan gunung. Membentang dengan pepohonan kakao dan buah-buahan lain. Melewati villa-villa mewah dan rumah-rumah panggung. Petani dan areal tambang berselang seling dan berdampingan.

BERAMBAI, nama wilayah ini, adalah jalan berkilo-kilo meter yang meliuk menanjak dan menurun. Pagi yang dingin dengan selimut kabut membentang diantara daun pepohonan kebun dan hutan.

BERAMBAI yang kaya dengan bahan tambang dan pemandangan. BERAMBAI yang layak menjadi surga wisata dan peristirahatan. BERAMBAI yang nantinya akan ditumbuhi banyak kolam-kolam bekas tambang.

Air terjun BERAMBAI adalah yang tertinggi dan terbesar di samarinda. 4 lantai 4 tempat bersantai 4 alasan untuk dikembangkan. Tempat kemping bagi anak sekolah dan warga yang bersantai. Air terjun yang berasal dari sela-sela akar pepohonan. Entah sampai kapan air mengalir, entah sampai kapan keindahan akan bertahan.

Wilayah ini adalah sebagian hutan lindung. Wilayah ini adalah juga calon hutan kota. Yang memberi kesegaran warga. Yang memberi oksigen bagi seluruh mahluk.
Siapapun yang belum pernah melihat tempat ini, datanglah. Siapapun yang ingin memiliki sebidang surga, beli lah. Siapapun yang mau dengar kearifan, sikap keras dan keluguan, nikmatilah.

Di sini, di BERAMBAI… PUNCAK SAMARINDA.

Tidak ada komentar: