entah mengapa aku berhenti di samping pohon itu
hijau kuning
padahal aku berbaju merah dan bercelana putih
hijau kuning menarik perhatianku
meski dia diam
dan hanya sesekali diterpa angin dan dihinggapi burung pagi
seperti layaknya zaman
ada yang tumbuh, ada yang akan mati
mati satu tumbuh seribu
patah tumbuh hilang berganti
mereka lah daun-daun pagi
yang tumbuh menghijau
tua menguning, dan jatuh ketanah
terseret angin, air, atau sapu lidi
hijau dan kuning daun-daunku
dan suatu saat keduanya pun akan gugur bersama
menyisakan ranting sunyi, sepi...
Tidak ada komentar:
Posting Komentar